Market Update

IHSG Ditutup di Zona Hijau, Saham BBTN, AMMN, dan BRIS Jadi Top Gainers

Poin Penting

  • IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun dan volume perdagangan 45,44 miliar saham
  • Indeks utama kompak hijau, dipimpin Sri-Kehati (+1,21 persen) dan LQ45 (+1,10 persen), meski mayoritas sektor masih melemah, terutama siklikal (-4,02 persen)
  • BBTN, AMMN, dan BRIS menjadi top gainers, sementara FILM, UNIQ, dan MORA masuk jajaran top losers; saham teraktif diperdagangkan adalah BUMI, BKSL, dan DEWA.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 4 Februari 2026 ditutup menguat pada posisi 8.146,71 atau naik 0,30 persen dari posisi 8.122,59.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 391 saham terkoreksi, 301 saham menguat, dan 125 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 45,44 miliar saham diperdagangkan dengan 2,89 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp25,74 triliun.

Baca juga: OJK Siap Buka Data, Dukung Aparat Hukum Usut Dugaan Saham Gorengan

Seluruh indeks dalam negeri juga ditutup hijau dengan IDX30 meningkat 0,79 persen menjadi 433,26. Selanjutnya, Sri-Kehati menguat 1,21 persen menjadi 384,37, LQ45 naik 1,10 persen ke 832,79, dan JII meningkat 0,35 persen menjadi 545,25.

Meski demikian, sebagian besar sektor masih ditutup merah dengan sektor siklikal merosot 4,02 persen. Disusul sektor infrastruktur -2,41 persen, sektor non-siklikal -1,63 persen, sektor energi -1,16 persen, sektor properti -0,79 persen, dan sektor kesehatan -0,33 persen.

Sedangkan, sektor sisanya mengalami penguatan, dengan sektor bahan baku naik 3,32 persen, sektor keuangan meningkat 1,16 persen, sektor industrial menguat 0,72 persen, sektor transportasi naik 0,17 persen, dan sektor teknologi meningkat 0,03 persen.

Baca juga: Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan Saham Gorengan

Saham Top Gainers dan Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Sedangkan saham top losers adalah PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

4 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

4 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

4 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

5 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

5 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

8 hours ago