Market Update

IHSG Ditutup di Zona Hijau, Naik 0,42% ke Level 6.722

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup pada zona hijau ke level 6722,37 atau menguat 0,42% dari dibuka di level 6694,58 pada pembukaan perdagangan hari ini (12/6).

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 238 saham terkoreksi, 291 saham menguat, dan 220 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 21,43 miliar saham diperdagangkan dengan 1,46 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp9,23 triliun.

Meski begitu, hanya indeks JII yang mengalami penguatan sebesar 0,12% menjadi 546,20. Sedangkan, lainnya seperti IDX30 melemah 0,24% menjadi 496,25, LQ45 melemah 0,16% menjadi 952,72, dan SRI-KEHATI melemah 0,14% menjadi 439,92.

Kemudian, sebagian sektor mengalami pelemahan, sektor tersebut adalah sektor properti melemah 0,61%, sektor siklikal melemah 0,42%, serta sektor teknologi dan sektor infrastruktur melemah 0,06%.

Sedangkan, sektor lainnya menunjukan penguatan, sektor tersebut di antaranya, sektor transportasi menguat 2,87%, sektor kesehatan menguat 1,43%, sektor energi menguat 0,81%, sektor keuangan menguat 0,80%, sektor non-siklikal menguat 0,66%, sektor bahan baku menguat 0,34%, dan sektor industrial menguat 0,18%.

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS), PT Dami Bersaudara Tbk (KAYU), dan PT Venteny Fortuna Internatiobal Tbk (VTNY). Sedangkan saham top losers adalah PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI), PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), dan PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU), PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE), dan PT Dami Bersaudara Tbk (KAYU). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

29 mins ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

41 mins ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

58 mins ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

2 hours ago