Market Update

IHSG Ditutup Berbalik Melemah ke Posisi 8.884, Ini Pemicunya

Poin Penting

  • IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884, dipicu aksi ambil untung setelah menyentuh level psikologis 9.000.
  • Tekanan jual mendominasi pasar, dengan 435 saham turun dan nilai transaksi mencapai Rp39,99 triliun.
  • Mayoritas sektor melemah, terutama infrastruktur dan teknologi, meski sektor siklikal dan industrial masih menguat.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026, ditutup berbalik melemah ke level 8.884,72 atau turun 0,58 persen dibandingkan posisi sebelumnya di 8.936,75.

Tidak hanya itu, IHSG juga sempat anjlok ke posisi terendahnya di 8.725,17. Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menuturkan hal tersebut dipicu oleh realisasi keuntungan jangka pendek setelah indeks menyentuh level psikologis 9.000.

Koreksi IHSG sekitar 2 persen hari ini dipicu oleh realisasi keuntungan jangka pendek setelah indeks menyentuh level psikologis 9.000. 

“Untuk mempertahankan momentum di atas level tersebut, memerlukan katalis lanjutan yang bersifat fundamental. Pergerakan ini (pelemahan IHSG) masih dapat dikategorikan sebagai koreksi sehat dalam tren yang ada,” ucap Reydi dalam keterangannya, Senin, 12 Januari 2026.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,13 Persen pada Level 8.947

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 435 saham terkoreksi, 279 saham menguat, dan 97 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 74,38 miliar saham diperdagangkan dengan 5,07 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp39,99 triliun.

Meski demikian, beberapa indeks dalam negeri ditutup variatif, terlihat dari IDX30 naik 0,28 persen menjadi 440,72 dan Sri-Kehati menguat 0,37 persen menjadi 383,76. Sedangkan, JII turun 0,14 persen menjadi 597,74 dan LQ45 melemah 0,17 persen ke 866,55.

Selanjutnya, mayoritas juga terpantau melemah, dengan sektor infrastruktur turun 2,37 persen, sektor teknologi merosot 1,68 persen, sektor energi melemah 1,39 persen, sektor keuangan turun 1,04 persen, sektor non-siklikal merosot 0,58 persen, dan sektor kesehatan melemah 0,35 persen.

Baca juga: IHSG Awal Pekan Ini Dibuka Hijau, Sempat Sentuh Level 9.000

Sedangkan, sektor sisanya menguat, tecermin oleh sektor siklikal dan sektor industrial naik 2,22 persen, sektor transportasi menguat 0,75 persen, sektor bahan baku meningkat 0,74 persen, serta sektor properti naik 0,49 persen.

Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA).

Sedangkan saham top losers adalah PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Dirut BTN Nixon LP Napitupulu Dinobatkan sebagai Bankers of The Year 2025

Poin Penting Dirut BTN Nixon LP Napitupulu dinobatkan sebagai Bankers of The Year 2025 oleh… Read More

2 hours ago

Ramai Spin Off, Ini Kinerja Bank Umum Syariah Sepanjang 2025

Poin Penting Spin off UUS menjadi BUS merupakan kewajiban sesuai POJK No. 12/2023 bagi UUS… Read More

2 hours ago

IHSG Diproyeksi Tembus 9.800 pada 2026, DBS Beberkan Pendorongnya

Poin Penting Peningkatan belanja pemerintah, khususnya untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai… Read More

3 hours ago

Harga Bitcoin Stagnan di Level USD90.000, Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi AS

Poin Penting Dalam 24 jam terakhir, BTC naik 0,70 persen ke level USD91.280 dengan dominasi… Read More

3 hours ago

Pemerintah Tarik Utang Rp736,3 Triliun hingga Desember 2025

Poin Penting Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun hingga Desember 2025, setara 94,9 persen dari target… Read More

3 hours ago

Memperkuat Ketahanan Siber di Era Digital

Oleh Krisna Wijaya, bankir senior dan fakulti di Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) PERCEPATAN digitalisasi… Read More

3 hours ago