Market Update

IHSG Ditutup Berbalik Melemah 0,22 Persen, Gagal Bertahan di Level 9.000

Poin Penting

  • IHSG ditutup melemah 0,22 persen ke level 8.925 setelah sempat menembus area 9.000, dengan tekanan jual masih dominan.
  • Mayoritas indeks dan sektor berakhir di zona merah, dipimpin sektor bahan baku yang turun 3,22 persen dan teknologi melemah 1,10 persen.
  • Nilai transaksi mencapai Rp29,06 triliun, dengan saham BUMI, BKSL, dan KIJA menjadi yang paling aktif diperdagangkan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis, 8 Januari 2026, berbalik melemah setelah sempat menembus level 9.000. IHSG ditutup di posisi 8.925,47 atau turun 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 8.944,81.

Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 370 saham terkoreksi, 302 saham menguat, dan 138 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 55,14 miliar saham dengan frekuensi 3,84 juta kali transaksi dan nilai transaksi tercatat sebesar Rp29,06 triliun.

Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga ditutup merah, terlihat dari LQ45 yang turun 0,43 persen ke 867,62, IDX30 merosot 0,72 persen menjadi 440,48, Sri-Kehati melemah 0,62 persen menjadi 383,68, dan JII turun 0,33 persen menjadi 598,93.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,44 Persen, Sempat Tembus Level 9.000

Selanjutnya, mayoritas sektor juga terpantau melemah, dengan sektor bahan baku turun 3,22 persen, sektor teknologi merosot 1,10 persen, sektor siklikal melemah 0,90 persen, sektor keuangan turun 0,45 persen, sektor industrial yang merosot 0,19 persen, dan sektor kesehatan melemah 0,14 persen.

Sedangkan, sektor sisanya masih mampu menguat, tecermin oleh sektor transportasi meningkat 1,75 persen, sektor properti naik 1,50 persen, sektor infrastruktur menguat 1,43 persen, sektor non-siklikal meningkat 0,60 persen, dan sektor energi naik 0,49 persen. 

Saham Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).

Sedangkan saham top losers adalah PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Purbaya Lapor Defisit APBN Tembus Rp135,7 Triliun di Februari 2026

Poin Penting APBN hingga Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap PDB,… Read More

14 mins ago

BGN Hentikan Sementara 1.512 Dapur MBG di Wilayah II, Ini Rinciannya

Poin Penting BGN menghentikan sementara 1.512 dapur MBG di wilayah II karena belum memenuhi standar… Read More

24 mins ago

Insentif Disetop, ALVA Pede Penjualan Motor Listrik Tetap “Nyetrum”

Poin Penting ALVA tetap optimistis penjualan motor listrik tumbuh meski pemerintah menghentikan insentif pembelian kendaraan… Read More

24 mins ago

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario Keselamatan Jemaah Haji

Poin Penting Pemerintah menyiapkan berbagai skenario penyelenggaraan haji untuk memastikan keselamatan jemaah di tengah konflik… Read More

34 mins ago

Mensos Ajak Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih, Ini Tujuannya

Poin Penting: Mensos Saifullah Yusuf mendorong penerima bansos bergabung menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih… Read More

60 mins ago

Permata Bank Gelar RUPST 17 April 2026, Ini Agenda Lengkapnya

Poin Penting RUPST Permata Bank digelar 7 April 2026 di WTC II Jakarta pukul 10.00… Read More

1 hour ago