Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis, 8 Januari 2026, berbalik melemah setelah sempat menembus level 9.000. IHSG ditutup di posisi 8.925,47 atau turun 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 8.944,81.
Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 370 saham terkoreksi, 302 saham menguat, dan 138 saham stagnan.
Volume perdagangan mencapai 55,14 miliar saham dengan frekuensi 3,84 juta kali transaksi dan nilai transaksi tercatat sebesar Rp29,06 triliun.
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga ditutup merah, terlihat dari LQ45 yang turun 0,43 persen ke 867,62, IDX30 merosot 0,72 persen menjadi 440,48, Sri-Kehati melemah 0,62 persen menjadi 383,68, dan JII turun 0,33 persen menjadi 598,93.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Naik 0,44 Persen, Sempat Tembus Level 9.000
Selanjutnya, mayoritas sektor juga terpantau melemah, dengan sektor bahan baku turun 3,22 persen, sektor teknologi merosot 1,10 persen, sektor siklikal melemah 0,90 persen, sektor keuangan turun 0,45 persen, sektor industrial yang merosot 0,19 persen, dan sektor kesehatan melemah 0,14 persen.
Sedangkan, sektor sisanya masih mampu menguat, tecermin oleh sektor transportasi meningkat 1,75 persen, sektor properti naik 1,50 persen, sektor infrastruktur menguat 1,43 persen, sektor non-siklikal meningkat 0,60 persen, dan sektor energi naik 0,49 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).
Sedangkan saham top losers adalah PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).
Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Aset asuransi non komersial terkontraksi 0,23 persen yoy per November 2025 menjadi Rp222,84… Read More
Poin Penting Laba industri modal ventura melonjak 150,78% yoy menjadi Rp579,77 miliar per November 2025,… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, OJK menerima 26.220 pengaduan (21.249 pijol ilegal, 4.971 investasi ilegal) dan… Read More
Poin Penting OJK memantau dampak konflik AS–Venezuela, terutama terhadap harga minyak dunia dan komoditas ekspor… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, OJK menggelar 6.548 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 9,9… Read More
Poin Penting Pembiayaan multifinance terdampak banjir di Sumatra dan Aceh naik 0,60% (mtm) atau Rp4,78… Read More