IHSG; Ditutup turun. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 73,280 poin atau 1,52% ke level 4.749,315 pada perdagangan Senin, 9 Mei 2016. Sementara indeks LQ45 ditutup merosot 15,771 poin atau 1,90% ke level 815,204.
Aksi jual saham kembali warnai pelemahan indeks hari ini. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya sentimen positif yang muncul di pasar, salah satunya terkait Produk Domestik Bruto (GDP) riil Indonesia pada 1Q16 yang terkontraksi -0,34% QoQ, yang merncerminkan pertumbuhan ekonomi 4,92% pada periode yang sama.
Realisasi data ekonomi itu masih di bawah realisasi kuartal 4-2015 (5,04% YoY) karena permintaan domestik dan eksternal menurun.
Alhasil pada perdagangan hari ini sebanyak sembilan sektor melemah, hanya sektor infrastruktur yang menguat sebesar 1,41%. Pelemahan tertinggi terjadi di sektor industri dasar sebesar 3,42% dan sektor aneka industri sebesar 3,23%.
Perdagangan hari ini sendiri berjalan moderat dengan Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 305.430 kali dan volume perdagangan sebanyak 4,760 miliar saham senilai Rp5,936 triliun. Sebanyak 86 saham naik, 208 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya HMSP turun Rp2.950 ke Rp97.025, UNVR turun Rp650 ke Rp44.500, INTP turun Rp575 ke R18.825, dan SMGR turun Rp550 ke Rp9.275. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More