Ilustrasi Pergerakan saham big banks yang kompak turun usai BI umumkan tahan suku bunga 4,75 persen, Rabu, 22 Oktober 2025. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 6 Januari 2025 ditutup anjlok ke level 7.080,47 atau melemah 1,17 persen dari dibuka pada level 7.164,42.
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 388 saham terkoreksi, 221 saham menguat, dan 190 tetap tidak berubah.
Sebanyak 22,13 miliar saham diperdagangkan dengan 1,08 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp8,07 triliun.
Kemudian, beberapa indeks dalam negeri turut mengalami pelemahan, dengan IDX30 turun 1,29 persen menjadi 424,21, LQ45 melemah 1,38 persen menjadi 826,18, JII merosot 2,00 persen menjadi 476, dan Sri-Kehati melemah 1,72 persen menjadi 371,98.
Lalu, mayoritas sektor turut melemah. Ini tercermin dari sektor bahan baku turun 1,65 persen, sektor transportasi melemah 1,45 persen, sektor kesehatan merosot 1,34 persen, sektor properti turun 1,31 persen, dan sektor industrial melemah 1,25 persen.
Baca juga: Empat Saham Bank Big Caps Diobral Asing, Nilainya Tembus Rp571,38 Miliar
Baca juga: Bos Tugu Insurance Tatang Nurhidayat Tambah Kepemilikan Saham TUGU
Selanjutnya, sektor keuangan turun 1,13 persen, sektor non-siklikal merosot 0,75 persen, sektor infrastruktur melemah 0,62 persen, dan sektor energi turun 0,41 persen.
Sedangkan, sisanya mengalami kenaikan, dengan sektor teknologi mengalami penguatan 1,29 persen dan sektor siklikal naik 0,23 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), dan PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII).
Sedangkan saham top losers adalah PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX), PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO), dan PT MPX Logistics International Tbk (MPXL).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More