Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (9/9) diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.475-7.620 dan resistance 7.915-8.060,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 9 September 2025.
Diketahui, pada perdagangan kemarin (8/9) IHSG berbalik ditutup merosot ke level 7.766,84 atau turun 1,28 persen dari level 7.867,34.
Baca juga: IHSG Merosot usai Prabowo Reshuffle Menteri, Begini Kata Menkeu Baru Purbaya
Manajemen CGS menjelaskan pergantian atau reshuffle beberapa jajaran menteri, termasuk Menteri Keuangan yang terjadi secara mendadak berpeluang masih menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
Di sisi lain, menguatnya indeks di bursa Wall Street dan berlanjutnya kenaikan harga emas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Baca juga: OJK: Volatilitas Pasar Saham di Akhir Agustus 2025 Bersifat Terbatas
Pada perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi tetap cuan, di antaranya saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Selanjutnya, ada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Danantara akan mereformasi bank Himbara pada 2026 untuk memperkuat likuiditas, kredit, dan kinerja… Read More
Poin Penting OJK mencabut izin BPR/BPRS terutama karena kasus fraud serta lemahnya tata kelola dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,16% pada sesi I perdagangan Kamis (15/1) ke level 9.046,83… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memprediksi konsumsi masyarakat mulai pulih pada 2026, didorong stimulus pemerintah serta… Read More
Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen interim Rp20,6 triliun atau setara Rp137 per saham untuk Tahun… Read More