Market Update

IHSG Diproyeksi Tembus 9.800 pada 2026, DBS Beberkan Pendorongnya

Poin Penting

  • Peningkatan belanja pemerintah, khususnya untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pasar ekuitas Indonesia
  • Pelonggaran kebijakan fiskal berpotensi mengangkat kinerja sektor-sektor utama, meski pemerintah tetap perlu mewaspadai kenaikan yield obligasi dan volatilitas rupiah
  • IHSG diproyeksi tembus 9.800 di 2026 didukung kekuatan sektor komoditas, stabilitas makro yang membaik, serta kebijakan fiskal akomodatif.

Jakarta – Pemerintah Indonesia diyakini akan terus menggenjot belanja fiskal di 2026, khususnya untuk sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengamat investasi DBS Bank memandang hal ini sebagai sesuatu yang positif untuk iklim investasi di Indonesia, terlebih untuk pasar saham.

Senior Investment Strategist DBS Bank Joanne Goh menyatakan bahwa belanja fiskal pemerintah memiliki kecenderungan dampak positif bagi pasar ekuitas, mengingat adanya prospek pertumbuhan ekonomi yang dipicu oleh belanja fiskal.

“Jadi, jika Anda melihat lebih banyak pembelanjaan pada pendidikan, lebih banyak pembelanjaan pada fasilitas sosial, Anda seharusnya melihat bahwa pasar ekuitas berjalan dengan baik,” ujar Joanne dalam acara online media briefing DBS Chief Investment Officer (CIO) Insights bertajuk “The Long Game”, Senin, 12 Januari 2026.

Baca juga: Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Ia menegaskan, tren pertumbuhan positif itu terlebih akan terjadi untuk sektor perbankan, konsumsi, hingga infrastruktur, dipicu oleh pelonggaran kebijakan fiskal yang diambil pemerintah.

Namun begitu, pihaknya juga mewanti-wanti agar pemerintah Indonesia turut memperhatikan kenaikan yield obligasi dan volatilitas nilai tukar mata uang rupiah.

“Tetapi, jika kita memiliki nilai tukar mata uang yang lebih rendah, serta peningkatan yang lebih kuat, itu seharusnya secara umum berpengaruh positif untuk pasar ekuitas Indonesia,” jelas Joanne.

Proyeksi IHSG

Ia lebih lanjut memproyeksikan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai level 9.800 di 2026. Tren peningkatan pada IHSG ini didukung pula oleh masih kuatnya sektor komoditas Indonesia.

Di tengah gejolak geopolitik, keamanan global, dan kelangkaan sumber daya alam (SDA), Indonesia sebagai negara yang kaya atas SDA telah terbukti tetap solid dalam mengoptimalkan SDA-nya untuk menopang perekonomian.

Selain itu, pelonggaran kebijakan fiskal yang diambil pemerintah untuk menopang sektor konsumsi, perbankan, dan telekomunikasi, turut menopang pasar ekuitas nasional secara tak langsung.

“Lalu, hal positif lain tentang Indonesia yang masih bisa membuat pertumbuhannya lebih tinggi adalah kondisi makro yang sebenarnya lebih stabil daripada tahun lalu,” imbuhnya.

Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?

Joanne mengatakan, sejak pergantian Menteri Keuangan di akhir tahun lalu, kondisi keuangan makro nasional menjadi relatif lebih stabil. Ini dapat dilihat dari turunnya nilai tukar mata uang rupiah ke sekitar level Rp16.000.

“Jadi, stabillitas makro seharusnya membawa pertumbuhan,” tukas Joanne. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

4 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

9 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

10 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

11 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

21 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

22 hours ago