Market Update

IHSG Diproyeksi Melemah Terbatas di Level 7.675-7.830

Jakarta – Pilarmas Investindo Sekuritas melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini, Kamis, 24 Oktober 2024, akan berpotensi mengalami pelemahan terbatas dengan level support 7.675 dan level resistance 7.830.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.675-.830,” tulis manajemen dalam market review di Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2024.

Pilarmas menyoroti, dari sentimen global, CEO Bank of America Corp, Brian mengatakan bahwa The Fed harus sudah mulai mempertimbangkan besaran terkait dengan potensi penurunan tingkat suku bunga.

Baca juga: Bos BI Proyeksi The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga 50 Bps di Sisa Akhir 2024

Menurut Brian, The Fed harus memastikan bahwa penurunan tidak terlalu cepat atau terlalu lambat, karena tentu saja hal tersebut akan memengaruhi situasi dan kondisi perekonomian yang ada saat ini dan tentu saja ekspektasi pelaku pasar dan investor.

Level Pengangguran 4 Persen

Diketahui, level pengangguran saat ini berada di 4 persen dengan pertumbuhan upah sebesar 5 persen dan akan sulit bagi analis untuk meyakinkan dunia bahwa akan terjadi resesi. 

Sehingga, Brian memperkirakan bahwa penurunan tingkat suku bunga pada tahun ini masih menyisakan 50 bps, lalu untuk tahun depan potensi pemangkasan akan terjadi sebanyak empat kali, dengan masing-masing penurunan akan terjadi sebanyak 25 bps sehingga tingkat suku bunga The Fed akan menjadi 3,25 persen.

Baca juga: IHSG Berakhir Ditutup Merah, Nilai Transaksi Capai Rp14,81 Triliun

Adapun dari domestik, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap stabil di 5,0 persen pada 2024 dan sedikit meningkat menjadi 5,1 persen pada 2025 dan 2029. 

Meskipun Presiden Prabowo Subianto bercita-cita mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, proyeksi IMF menunjukkan bahwa target tersebut masih sulit tercapai. 

Selain itu, IMF memproyeksikan inflasi Indonesia akan stabil di 2,3 persen pada 2024, neraca transaksi berjalan diperkirakan minus 1,0 persen, dan tingkat pengangguran sebesar 5,2 persen.

Baca juga: Pengamat: Target Prabowo Ekonomi 8 Persen Sulit Tercapai

Sedangkan secara global, IMF mencatat bahwa perjuangan melawan inflasi sebagian besar berhasil, dengan tingkat inflasi global diperkirakan mencapai 3,5 persen pada akhir 2025.

Meskipun terjadi pengetatan kebijakan moneter, kondisi ekonomi global tetap tangguh dan terhindar dari resesi, dengan pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan stabil di 3,2 persen pada 2024 dan 2025. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

2 hours ago

YLKI Yakin Satgas Ramadan Pertamina Mampu Jaga Pasokan BBM dan LPG saat Mudik Lebaran 2026

Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More

2 hours ago

Geopolitik Perdamaian 2026

Oleh Muhammad Edhie Purnawan, Staf Pengajar FEB UGM dan Ketua Bidang International Affairs PP ISEI… Read More

3 hours ago

Beli Sukuk Ritel SR024 Pakai wondr by BNI Bisa Dapat Cash Back Sampai Rp29 Juta

Poin Penting BNI menyediakan pembelian Sukuk Ritel SR024 melalui aplikasi wondr by BNI dengan cashback… Read More

4 hours ago

BNI Ajak Masyarakat Rencanakan Keuangan di Ramadan lewat Fitur Growth wondr

Poin Penting BNI mengajak masyarakat merencanakan keuangan selama Ramadan melalui fitur Growth di aplikasi wondr… Read More

4 hours ago

Tugu Insurance Gandakan Donasi untuk Penyintas Disabilitas Korban Kecelakaan

Poin Penting Tugu Insurance mengajak masyarakat berdonasi untuk membantu penyintas kecelakaan lalu lintas yang mengalami… Read More

4 hours ago