Market Update

IHSG Diproyeksi Bergerak di Level 6.860-6.925, Cek Katalis Penggeraknya

Jakarta – Ajaib Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak mixed dalam rentang 6.860 hingga 6.925 pada hari ini (8/8).

“Pada perdagangan Senin (7/8) IHSG ditutup menguat sebesar 0,49 persen atau naik 33,52 poin di level 6.886,37. IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed dalam range 6.860–6.925,” ucap Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, dalam IHSG Daily Analysis di Jakarta, 8 Agustus 2023.

Ratih menjelaskan, bahwa sentimen dari dalam negeri terkait dengan BPS yang melaporkan PDB Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,17 persen yoy, atau melebihi perkiraan pasar sebesar 4,93 persen, angka ini menjadi ekspansi ke-9 berturut-turut dan laju terkuat dalam tiga kuartal terakhir.

“Dari sisi pengeluaran secara tahunan, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 5,23 persen,” imbuhnya.

Baca juga: Pasar Modal RI Masih Semarak , Ada 101 Penawaran Umum di Pipeline, Nilainya Tembus Segini

Hal tersebut tercermin dari peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur hari besar keagamaan dan libur sekolah, dimana pertumbuhan terjadi terutama di sektor transportasi dan komunikasi, pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya, serta restoran dan hotel.

Sedangkan dari mancanegara, penjualan mobil di Inggris secara tahunan pada Juli 2023 naik 28,3 persen, kenaikan terbesar sejak pascapandemi pada Mei 2021 dan memperpanjang kenaikan 25,8 persen dari bulan sebelumnya.

Sementara itu, dari Asia, People’s Bank of China (PBOC) melaporkan Cadangan Devisa (cadev) di negara tersebut meningkat menjadi USD3,204 triliun pada Juli, naik dari bulan sebelumnya sebesar USD3,193 triliun.

Di sisi lain, cadev Jepang naik tipis menjadi USD1,254 triliun pada Juli 2023 dari USD1,247 triliun pada Juni 2023, naik untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir, didorong oleh kenaikan cadangan mata uang asing.

Adapun, Ajaib Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk perdagangan hari ini, diantaranya ACES, PNLF, dan MEDC.

ACES
Buy: 725
TP: 750
Stop loss: <705

ACES saat ini bergerak dalam tren bullish, bertahan dalam upward channel line dan di atas pergerakan MA-5 dan MA-20, sejalan dengan peningkatan volume serta pergerakan oscillator pada area netral. Asing tercatat net buy Rp 35.61 miliar pada perdagangan kemarin.

(ACES) meraih laba mencapai Rp302,42 miliar hingga periode 30 Juni 2023 naik dari laba Rp242,39 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Dari sisi penjualan bersih naik menjadi Rp3,63 triliun dari Rp3,31 triliun.

PNLF
Buy: 314
TP: 324
Stop loss: <306

Secara teknikal PNLF dalam trend sideways dan berpotensi pembalikan arah tren bullish jangka pendek, harga berhasil break di atas MA-5 dan MA-20 dengan melanjutkan skenario bullish engulfing patterns pada pergerakan pekan lalu, hal ini juga tercermin dari pergerakan volume yang solid diatas rata-rata 10 hari. Dari sisi oscillator bergerak menguat dalam zona netral.

Pada paruh pertama tahun ini PNLF membukukan laba bersih mencapai Rp992,38 miliar atau tumbuh 11 persen yoy, kenaikan juga terlihat dari sisi topline yang tercatat naik tipis satu persen yoy senilai Rp2,11 triliun.

MEDC
Buy : 1070
TP: 1105
Stop loss: <1045

MEDC berpotensi bertahan dalam tren bullish jangka pendek didukung oleh pembentukan bulish harami candle pada perdagangan terakhir sejalan dengan peningkatan volume, arus modal asing juga masih inflow secara mingguan. Foreign flow tercatat net buy Rp24,89 miliar pada perdagangan kemarin.

MEDC minggu ini akan rilis laporan keuangan pada paruh pertama tahun 2023. penguatan harga crude oil berpotensi positif bagi MEDC. Crude oil sepanjang bulan Juli telah menguat 21 persen, dari sisi laporan keuangan per kuartal-I 2023, MEDC mencatatkan kenaikan penjualan mencapai USD558,09 atau tumbuh 18 persen yoy. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Penerimaan Pajak Digital Tembus Rp47,18 Triliun di Januari 2026

Poin Penting DJP mencatat penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun hingga Januari 2026, didominasi… Read More

24 mins ago

Bank Jateng Rombak Direksi, Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut

Poin Penting RUPST Bank Jateng mengangkat Bambang Widiyatmoko sebagai Direktur Utama, menggantikan Irianto Harko Saputro.… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Stagnan di Level 8.235, Saham MSIN, WMUU, dan INCO Jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup stagnan di zona hijau pada level 8.235,48, dengan 341 saham menguat,… Read More

2 hours ago

Andalkan 2 Kawasan Ini, Paramount Land Incar Target Penjualan Rp5,5 T di 2026

Poin Penting Target penjualan Rp5,5 triliun pada 2026 ditopang Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.… Read More

2 hours ago

Perkuat Bisnis Retail, BCA Digital Andalkan Channeling dan Perluas Komunitas

Poin Penting PT Bank Digital BCA fokus kredit ritel lewat channeling dengan lebih dari 10… Read More

2 hours ago

BI: Kredit Belum Optimal Meski Likuiditas Perbankan Sangat Memadai

Poin Penting Pertumbuhan kredit per Januari 2026 mencapai Rp8.416,4 triliun atau tumbuh 10,2 persen yoy,… Read More

2 hours ago