Market Update

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Berikut Sentimennya

Jakarta – Pilarmas Investindo Sekuritas melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (5/7) akan berpotensi mengalami penguatan terbatas dengan level support 7.125 dan level resistance 7.250.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.125 -7.250,” tulis manajemen dalam market review di Jakarta, 5 Juli 2024.

Pilarmas menyoroti sentimen yang akan memengaruhi pergerakan IHSG antara lain adalah rangkaian acara penyusunan RAPBN 2025, di mana Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR telah sepakat bahwa pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan sebesar 5,1-5,5 persen.

Baca juga: BEI Sebut Ada 2 Perusahaan Besar di Pipeline IPO, Ini Bocorannya

“Hal ini sedikit berbeda dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 yang memproyeksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia di kisaran 5,3-5,6 persen pada 2025,” imbuhnya.

Adapun, Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa, angka pertumbuhan perekonomian di RAPBN merujuk pada asumsi makro, sedangkan pada RKP, angka tersebut merupakan target yang ingin dicapai pemerintah. 

Baca juga: Bidik Dana Rp390 Miliar, Harga IPO GOLF Dipatok Rp200 per Saham

Pada rapat antara Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI juga menyetujui beberapa hal untuk 2025, seperti inflasi yang diproyeksikan sekiar 1,5-3,5 persen, suku bunga SBN 10 tahun 6,9-7,2 persen, nilai tukar rupiah Rp15.300–15.900, Lifting Gas Bumi 1.003-1.047 ribu barel per hari, dan lifting minyak bumi sebesar 580-605 ribu barel perhari. 

“Dengan proyeksi yang diberikan pemerintah ini, kami melihat perekonomian Indonesia berpotensi bertumbuh signifikan setelah sedikit terkontraksi akibat suku bunga yang tinggi di tahun 2024 ini,” ujar Pilarmas. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

2 mins ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

28 mins ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

2 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More

2 hours ago

Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More

3 hours ago

Masjid Istiqlal Jalin Sinergi dengan Forum Pemred

Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More

4 hours ago