Market Update

IHSG Diprediksi Menguat di Tengah Potensi Kenaikan Suku Bunga AS

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin (10/4) kembali ditutup terkoreksi ke zona merah sebesar 21,53 poin atau melemah 0,32% ke level 6.771.

Berdasarkan hal tersebut, Philip Sekuritas Indonesia melihat bahwa IHSG secara teknikal bergerak Bullish Moderate dengan level support 6.690 dan level resistance 6.870 pada perdagangan hari ini (11/4).

“Investor mencerna data pasar tenaga kerja atau Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) yang dirilis Jumat lalu serta mempersiapkan diri menghadapi minggu perdagangan yang ditandai dengan rilis data inflasi AS dan tibanya musim laporan keuangan kuartal I-2023,” tulis tim riset Philip Sekuritas Indonesia dalam riset harian di Jakarta, Selasa, 11 April 2023.

Data NFP memberi sinyal bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral AS (Federal Reserve) dan mulai memberikan dampak yang diinginkan. Namun, data NFP memperbesar peluang Federal Reserve akan melanjutkan kenaikan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 bps bulan depan.

Diketahui, data NFP memperlihatkan bahwa ekonomi AS menambah 236 ribu pekerja di Maret, turun dari penambahan 326 ribu di Februari, yang memperlihatkan pertumbuhan di pasar tenaga kerja melambat, serta meredanya tekanan inflasi.

Data Consumer Price Index (CPI) dijadwalkan dirilis Kamis sementara data Producer Price Index (PPI) di jadwalkan dirilis pada Jumat. Lebih lanjut, tiga bank besar (Citigroup, JPMorgan Chase dan Wells Fargo) secara tidak resmi membuka musim laporan keuangan (earnings season) kuartal I-2023.

Lalu, hasil Survey of Consumer Expectations yang dilakukan oleh Federal Reserve Bank of New York memperlihatkan ekspektasi konsumen untuk inflasi satu tahun ke depan naik menjadi 4,7% dari level terendah dalam hampir dua tahun sebesar 4,2% di Februari. Ini adalah kenaikan ekspektasi inflasi pertama dalam lima bulan terakhir.

Adapun, di pasar komoditas, harga minyak mentah melemah setelah tiga minggu mencatatkan kenaikan. Kekhawatiran kenaikan suku bunga akan menekan permintaan minyak berhasil mengimbangi prospek ketatnya pasar minyak global akibat pemangkasan pasokan oleh OPEC+. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

9 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

9 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

10 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

10 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

11 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

12 hours ago