Market Update

IHSG Diprediksi Melemah Terbatas, Dipicu Sentimen Berikut

Jakarta –  Pilarmas Investindo Sekuritas melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (6/12) akan berpotensi mengalami pelemahan terbatas dengan level support 7.225 dan level resistance 7.375.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.225-7.375,” tulis manajemen dalam market review di Jakarta, 6 Desember 2024.

Pilarmas menyoroti, dari sentimen global, OPEC+ menyatakan sepakat untuk ketiga kalinya menunda kenaikkan produksi bahkan memperlambatnya pada pertemuan yang diadakan kemarin pada Kamis.

OPEC+ akan menghentikan pemotongan produksi yang ada saat ini secara bertahap mulai dari April 2025 hingga September 2026 atau setahun lebih lambat daripada yang direncanakan semula.

Hal ini disebabkan oleh permintaan yang terus mengalami penurunan dari Tiongkok dan pasokan yang melimpah dari Amerika Serikat (AS), sehingga hanya memberikan sedikit ruang bagi negara anggota OPEC+ untuk kembali menaikkan produksi.

Baca juga: Melantai di Bursa, Harga Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) Sentuh ARA

Lalu, sentimen berikutnya datang dari data US Initial Jobless Claims yang kembali mengalami kenaikkan dari sebelumnya 215k menjadi 224k. Namun beruntungnya, US Continuing Claims, mengalami penurunan dari sebelumnya 1.896k menjadi 1.871k. 

Saat ini, ada kemungkinan level pengangguran akan mengalami kenaikkan pada akhir tahun, terutama setelah adanya komitmen yang lebih besar dari Boeing Co. untuk memangkas biaya mereka dengan melakukan pengurangan sebanyak 10 persen dari tenaga kerja mereka. 

“Meskipun ada potensi kenaikkan, namun kami percaya masih dalam rentang terbatas. Hal ini pun telah disampaikan dalam Beige Book kemarin bahwa pengurangan tenaga kerja masih dalam level yang rendah,” imbuhnya.

Adapun dari sentimen domestik, DPR bersama Presiden Prabowo Subianto mengadakan diskusi mengenai penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2025. 

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa tarif PPN 12 persen hanya akan diterapkan secara selektif pada barang mewah, sementara barang kebutuhan pokok dan layanan masyarakat tetap dikenakan PPN 11 persen sesuai aturan saat ini.

Selain itu, pemerintah tengah mengkaji rencana struktur PPN yang tidak seragam, namun masyarakat diminta untuk tidak khawatir karena barang dan jasa esensial akan tetap bebas dari pajak. 

Baca juga: Siap-siap! Investor Tak Bisa Lagi Asal Batalkan Beli Saham di 2025

Namun, menurut Pilarmas, polemik PPN 12 persen sepertinya masih akan berlanjut hingga awal tahun depan, di tengah simpang siur Informasi yang disampaikan. Hal ini yang tak pelak membuat banyak pihak tidak mendapatkan informasi yang jelas tentang bagaimana langkah selanjutnya dari pemerintah.

Sebagian mengatakan bahwa PPN 12 persen akan dilakukan penundaan. Ada juga yang mengatakan PPN 12 akan tetap dilakukan namun dengan berbagai catatan. 

“Oleh sebab itu, kami berharap polemik PPN 12 persen ini dapat secepatnya diselesaikan, sehingga dapat memberikan kepastian bagi semua pihak, terutama masyarakat agar dapat melakukan sesuatu dengan kebijakan tersebut,” tutup Pilarmas. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

11 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

11 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

14 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

17 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

22 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

23 hours ago