Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (8/7) diprediksi akan bergerak melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan kisaran support 6.780-6.840 dan resistance 6.960-7.025,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 8 Juli 2025.
Manajemen CGS menjelaskan bahwa terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring kembali munculnya kekhawatiran investor terhadap dampak negatif dari kebijakan tarif dagang diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Baca juga: Investor Simak! Dua Sentimen Berikut Bakal Pengaruhi Pasar Saham Pekan Ini
Sementara itu, tidak adanya perubahan tarif impor yang dikenakan oleh Amerika Serikat (AS) ke Indonesia yang tetap sebesar 32 persen dan berlanjutnya aksi jual investor asing berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif untuk IHSG.
Diketahui, pada perdagangan kemarin (7/7) IHSG ditutup berbalik pada zona hijau ke posisi 6.900,93 dari dibuka pada level 6.865,19 atau meningkat 0,52 persen.
Baca juga: Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Pelemahan IHSG
Sedangkan untuk perdagangan pasar saham hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS).
Ada juga tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Astra International Tbk (ASII). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Hingga 15 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, DJP mencatat 8.125.023 SPT Tahunan PPh… Read More
Point Penting Pendapatan 2025 capai Rp7,87 triliun, sementara kerugian berhasil ditekan 15 persen dibandingkan tahun… Read More
Poin Penting PT Jasamarga Transjawa Tol memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen di ruas… Read More
Poin Penting IHSG sesi I 16 Maret 2026 ditutup di 7.039,40, turun 1,37 persen dari… Read More
Poin Penting Posisi ULN Indonesia pada Januari 2026 tercatat USD434,7 miliar, tumbuh 1,7 persen (yoy),… Read More
Poin Penting Konflik antara AS–Israel dan Iran berpotensi mengganggu rantai pasok global dan perdagangan internasional.… Read More