Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (13/8) diprediksi akan melanjutkan penguatan.
“IHSG diprediksi melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 7.570-7.680 dan resistance 7.905-8.015,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 13 Agustus 2025.
Manajemen CGS menjelaskan bahwa perdagangan IHSG hari ini akan didorong sejumlah sentimen positif. Salah satnya datang dari indeks di bursa Wall Street seiring optimisme investor terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan di September mendatang.
Baca juga: BEI Pede Market Cap Pasar Saham RI Masuk 10 Besar Dunia, Ini Pendorongnya
Tidak hanya itu, derasnya aliran dana investor asing ke saham perbankan berpeluang menjadi tambahan sentimen positif di pasar.
Diketahui, aliran dana asing atau net foreign buy pada perdagangan kemarin mencapai Rp2,28 triliun. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terbanyak diborong asing senilai Rp718,81 miliar.
Baca juga: Dana Asing Masuk Rp833,70 Miliar, Saham BBCA dan BBRI Paling Banyak Diborong
Pada perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan. Di antaranya adalah BMRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Kemudian, ada saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Sementara pada perdagangan kemarin (12/8) IHSG kembali ditutup meningkat ke posisi 7.791,69 dari dibuka pada level 7.605,92 atau menguat sebesar 2,44 persen.(*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More