Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (23/10) diprediksi akan bergerak melanjutkan pelemahannya.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 8.030-8.090 dan resistance 8.215-8.280,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 23 Oktober 2025.
Manajemen CGS menjelaskan bahwa, dengan terkoreksinya indeks di bursa Wall Street dan turunnya harga beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
Baca juga: Saham Big Banks Kompak Loyo Usai BI Umumkan Tahan Suku Bunga Acuan
Selain itu, dengan dipertahankannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) di level 4,75 persen yang berbanding terbalik dengan konsensus juga dapat menjadi tambahan sentimen negatif.
Diketahui, pada perdagangan kemarin (22/10) IHSG ditutup merosot ke posisi 8.152,55 atau melemah sebanyak 1,04 persen dari level 8.238,08.
Baca juga: Asing Terciduk Borong Saham BBCA, Net Buy Tembus Rp1,30 Triliun
Pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
Ada juga saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More