IHSG perdagangan hari ini ditutup stagnan/Erman Subekti
Jakarta – Ajaib Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak mixed cenderung terkoreksi dalam rentang 6.780 hingga 6.863 pada hari ini (26/10).
“Pada perdagangan Rabu (25/10), IHSG ditutup naik 0,41 persen atau plus 27,6 poin di level 6.834,38. Hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung terkoreksi dalam range 6.780-6.863,” ucap Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih dalam IHSG Daily Analysis di Jakarta, 26 Oktober 2023.
Baca juga: BEI Optimistis Pasar Modal Bergairah Selama Tahun Politik, 2 Sektor Ini Bakal Cuan
Ratih menilai sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga September 2023, tercatat surplus Rp67,7 triliun atau setara dengan 0,32 persen terhadap PDB dengan keseimbangan primer sebesar Rp389,7 triliun.
“Surplus terjadi ditopang oleh pendapatan negara sebesar Rp2.035,6 triliun, tumbuh 3,1 persen yoy dan setara dengan 82,6 persen dari target dalam APBN untuk tahun anggaran 2023. Sementara realisasi belanja negara tercatat Rp1.967,9 triliun, tumbuh 2,8 persen yoy, serta mencapai 64,3 persen dari total pagu anggaran APBN 2023,” imbuhnya.
Baca juga: Laba Tumbuh Positif, Saham Bank BRI Naik 2 Persen
Sedangkan dari mancanegara, pada September 2023, jumlah uang beredar (M3) di Kawasan Eropa terkoreksi 1,2 persen yoy menjadi EUR16,02 triliun, melanjutkan perlambatan pada Agustus 2023 sebesar minus 1,3 persen yoy, dimana penyaluran kredit perbankan di segmen korporasi tumbuh 0,2 persen yoy menjadi EUR5,135 triliun, merupakan pertumbuhan terlambat sejak September 2015.
Adapun, dari Asia, The Composite Consumer Sentiment Index (CCSI) Korea Selatan turun ke level 98,1 poin pada September 2023, setelah pada bulan sebelumnya sebesar 99,7 poin, penurunan tersebut seiring dengan kekhawatiran perlambatan ekonomi, turunnya ekspor dan daya beli. (*)
Editor: Galih Pratama
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More