Ilustrasi pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan tahun 2025 secara teknikal berpotensi untuk membentuk pergerakan yang bervariasi cenderung menguat.
“IHSG hari ini diprediksi akan bergerak bervariatif cenderung menguat dengan kisaran support 7.024-6.951 dan resistance 7.139-7.215,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 2 Januari 2025.
Manajemen CGS menjelaskan bahwa, mayoritas bursa saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan terakhir Selasa kemarin (31/12/24).
Meski begitu di sepanjang 2024, indeks Nasdaq melonjak 28,6 persen, sementara S&P 500 mencatat kenaikan 23,3 persen yang menandai kenaikan dua tahun terbaik indeks tersebut sejak 1997-1998.
Lalu, indeks Dow Jones yang merupakan saham unggulan membukukan kenaikan 12,9 persen. Antusiasme terhadap teknologi artificial intelligence (Al) dan potensi produktivitasnya mendorong indeks utama mencetak rekor sepanjang tahun.
Baca juga: Mulai 1 Januari 2025 Transaksi Saham Kena PPN 12 Persen, Begini Penjelasan BEI
Baca juga: BEI Bersama KPEI dan KSEI Kenalkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
“Melemahnya mayoritas indeks di Wall Street karena kembali adanya aksi net sell oleh asing, serta terkoreksinya beberapa harga komoditas diperkirakan dapat meniadi sentimen negatif untuk perdagangan hari ini,” imbuhnya.
Sementara sentimen dari domestik, paket stimulus 2025 tercatat senilai Rp38,6 triliun yang telah resmi diumumkan pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat perekonomian diharapkan dapat direspons positif oleh pasar.
CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More