Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Ajaib Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) secara teknikal diprediksi bergerak mixed cenderung melemah dalam rentang 6.810 hingga 6.930 pada hari ini (25/6).
“Pada perdagangan Senin (24/6), IHSG ditutup naik 0,13 persen atau plus 9,18 poin di level 6.889. IHSG hari ini (25/6) diprediksi bergerak mixed cenderung melemah dalam range 6.810-6.930,” ucap Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih dalam IHSG Daily Analysis di Jakarta, 25 Juni 2024.
Baca juga: Jual Saham Suryacipta Swadaya ke PBL, SSIA Bakal Kantongi Rp2,8 Triliun
Ratih melihat, memasuki akhir semester I-2024, IHSG cenderung sepi sentimen, tetapi dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang masih tinggi berdampak positif bagi daya beli masyarakat di sektor riil, namun berdampak negatif bagi instrumen portofolio, seperti outflow di pasar obligasi dan saham.
Di sisi lain, ketidakpastian fiskal telah dikonfirmasi oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bahwa defisit APBN di tahun 2024 tetap di bawah 3 persen, target defisit APBN yang sama juga menjadi tolok ukur bagi pemerintahan yang baru.
Sementara, postur fiskal pada RAPBN 2025 telah disepakati oleh Pemerintah dan DPR. Nantinya, RAPBN tersebut akan disahkan pada sidang paripurna DPR di awal Juli mendatang.
Baca juga: Fundamental Kokoh, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham TUGU
Adapun dari Asia, S&P Global pada di awal pekan ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi India di tahun fiskal 2024 sebesar 6,8 persen dan untuk tahun 2026 dan 2027 ekonomi India akan berada di level 6,9 persen dan 7 persen.
Optimisme tersebut seiring dengan proyeksi turunnya suku bunga Reserve Bank of India (RBI) dari posisi saat ini sebesar 6,5 persen. Sedangkan inflasi tahunan Singapura pada Mei 2024 naik ke level 3,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,7 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More