Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (25/2) berpotensi akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.620-6.685 dan resistance 6.815-6.880,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 25 Februari 2025.
Di mana, pada perdagangan kemarin (24/1) IHSG ditutup ke level 6.749,60 dari dibuka pada level 6.803,00 atau mengalami pelemahan sebanyak 0,78 persen.
Baca juga: Begini Pergerakan Saham Indeks Infobank15 Selama Sepekan
Manajemen CGS menjelaskan bahwa melemahnya mayoritas indeks di Bursa Wall Street dan kembali berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu, naiknya harga beberapa komoditas seperti emas, minyak mentah, dan batu bara berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG.
Baca juga: Danantara Resmi Diluncurkan, Bagaimana Respons Investor Saham?
Adapun, CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).
Kemudian, tiga saham lain yang direkomendasikan adalah PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Japfa Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More