Market Update

IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Cenderung Melemah, Berikut Katalis Penggeraknya

Jakarta – Ajaib Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) secara teknikal akan bergerak mixed cenderung melemah dalam rentang 7.050 hingga 7.150 pada hari ini (7/12). 

“Pada perdagangan Rabu (6/12), IHSG ditutup turun 0,19 persen atau minus 13,46 poin di level 7.087,39. Hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung melemah dalam range 7.050-7.150,” ucap Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih dalam IHSG Daily Analysis di Jakarta, 7 Desember 2023.

Baca juga: OJK Targetkan Penghimpunan Dana di Pasar Modal 2024 Tembus Rp200 Triliun

Ratih menyoroti sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, para pelaku pasar sedang mencermati data cadangan devisa (cadev) yang akan rilis hari ini. 

“Diharapkan posisi cadev tetap terjaga di tengah volatilitas kondisi ekonomi global dan penurunan surplus neraca dagang akibat melemahnya harga komoditas non migas,” imbuhnya.

Sementara itu, investor asing kembali melakukan jual bersih di pasar ekuitas domestik dalam 2 hari terakhir pada 5-6 Desember 2023 mencapai Rp1,25 triliun; di mana data tersebut berbalik arah dari dua pekan terakhir pada 20 November-1 Desember 2023 tercatat beli bersih senilai Rp1,83 triliun. 

Sehingga, aksi jual investor asing tersebut diproyeksikan terjadi menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) dan keputusan suku bunga The Fed pekan depan. 

Sedangkan dari mancanegara, Amerika Serikat (AS) mencatat defisit neraca perdagangan sebesar USD64,3 miliar pada Oktober 2023, defisit tersebut merupakan yang terendah dalam tiga bulan terakhir. 

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi (PDB) Australia pada kuartal III-2023 sebesar 2,1 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal II-2023 sebesar 2 persen yoy. 

Baca juga: Berkat Jurus Ini, BEI Laporkan Investor Pasar Modal Tembus 11,9 juta

Namun secara kuartalan GDP Australia tumbuh lebih lambat sebesar 0,2 persen dari kuartal II-2023 yang mengalami pertumbuhan 0,4 persen. Hal tersebut akibat menurunnya pertumbuhan komponen investasi dan konsumsi rumah tangga. 

Adapun dari Asia, cadev Korea Selatan pada November 2023 naik di level USD417,08 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencapai posisi cadev terendah dalam tiga tahun terakhir sebesar USD412,87 miliar. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

8 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

9 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

12 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

15 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

20 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

20 hours ago