Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (25/3) berpotensi bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.960-6.060 dan resistance 6.260-6.365,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 25 Maret 2025.
Di mana, pada perdagangan kemarin (24/3) IHSG kembali ditutup pada zona merah ke posisi 6.161,21 dari dibuka pada level 6.242,23 atau melemah 1,55 persen.
Baca juga: Tok! RUPST BRI Setuju Buyback Saham Rp3 Triliun, Ini Strateginya
Manajemen CGS menjelaskan bahwa, menguatnya indeks di bursa Wall Street, hingga banyaknya aksi korporasi buyback saham dan relatif tidak adanya kejutan negatif terkait struktur lengkap Danantara, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu, berlanjutnya aksi jual investor asing, terkoreksinya harga mayoritas komoditas, dan sikap hati-hati investor menjelang libur panjang berpeluang menjadi katalis negatif untuk IHSG.
Baca juga: 3 Emiten Prajogo Pangestu Mulai Buyback Saham Hari Ini
CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More