Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Phintraco Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (3/9) secara teknikal berpotensi akan bergerak fluktuatif.
“IHSG berpotensi bergerak fluktuatif pada kisaran 7.760-7.900. Jika level 7.900 mampu ditembus dengan volume, maka IHSG berpotensi menutup gap up di 7.942 serta peluang menuju ke 8.000 terbuka kembali,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 3 September 2025.
Sementara pada perdagangan kemarin (2/9) IHSG kembali ditutup menguat di level 7.801,59 atau naik 0,85 persen. Penguatan tersebut didorong oleh situasi keamanan yang lebih kondusif di beberapa kota dalam negeri yang meningkatkan level kepercayaan investor.
Baca juga: Pipeline IPO BEI Berkurang Jadi 7 Perusahaan, Dana Rp10,39 T Masih Tercatat
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga cenderung menguat. Investor pun memanfaatkan momentum koreksi sebelumnya untuk melakukan pembelian pada saham-saham berfundamental bagus.
Ekspektasi tren penurunan suku bunga The Fed, penguatan harga komoditas, serta kenaikan bobot Indonesia diharapkan akan menjadi katalis positif. Namun faktor politik dan keamanan masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Baca juga: Redam Outflow Asing, Saham Big Caps Butuh Sentimen Baru dari Pemerintah
Pada perdangan saham hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan. Di antaranya ada saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Timah Tbk (TINS).
Selanjutnya, ada saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More