Selama Yield Pemerintah Diatas 6,5%, Pasar Obligasi Masih Menarik
Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diperkirakan akan mempertahankan support terdekat di level 5.728 dan 5.714, setelah di akhir pekan kemarin mampu mengut ke level 5.742.
“Penguatan IHSG yang belum sepenuhnya didukung volume beli harus kembali diuji ketahanannya, agar tidak dimanfaatkan kembali untuk aksi ambil untung jika terjadi kenaikan,” kata analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada di Jakarta, Senin, 5 Juni 2017.
Namun di sisi lain, kata Reza, kondisi tersebut menjadi harapan untuk membuka peluang kenaikan lebih tinggi lagi yang didukung oleh peningkatan volume beli.
“Diharapkan sentimen dari kondisi makroekonomi global maupun dalam negeri dapat memberikan sentimen positif untuk menjaga potensi kenaikan IHSG,” papar Reza.
Lebih lanjut dia menyatakan, para pelaku pasar harus tetap mewaspadai berbagai sentimen yang bisa menahan kembali potensi penguatan tersebut.
Reza menyebutkan, pada perdagangan di akhir pekan kemarin IHSG ditutup menguat 0,07 persen di level 5.742. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua di level 5.728 dan 5.714, sedangkan resisten pertama dan kedua di level 5.754 dan 5.767.
Adapun rekomendasi saham buat para pelaku pasar hari ini menurutnya ada saham INTA, ELSA, SCMA, SMRA, PPRO dn MYOR. (*)
Poin Penting OJK masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar mekanisme pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek… Read More
Poin Penting Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Maybank AM meluncurkan tiga reksa dana baru—MYMONEY, MYGNETS, dan MYHIDIV—untuk memperluas pilihan investasi… Read More
Poin Penting BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong… Read More
Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More
Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More