Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 10,51 poin atau 0,21% ke level 5.097,10 pada perdagangan Jumat, 25 November 2015. Sementara indeks LQ45 bergerak turun 2,65 poin atau 0,31% ke level 848,83.
Belum maraknya sentimen yang bisa menggerakkan pasar jadi pendorong indeks pagi ini belum bergerak positif.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Sendiri bursa AS semalam tutup seiring Thanksgiving. Pasar Eropa menguat setelah bank sentral Eropa mengindikasikan akan kembali membanjiri pasar obligasi untuk menggerakan pasar keuangan.
Data PMI kawasan Eropa untuk November tercatat sebesar 54,1, tertinggi sejak Desember 2015 dan lebih tinggi dari bulan Oktober 53,3.
Saat ini pasar juga tengah menanti referendum Italia yang akan digelar pada tanggal 4 Desember.
Sementara itu, dari pasar komoditas harga minyak dunia tercatat menguat ke level USD49/barrel menjelang pertemuan OPEC pekan depan untuk membahas pemangkasan produksi.
Perdana Menteri Irak mengatakan negaranya setuju untuk memangkas produksi minyak sekitar 900.000 b/d, sedangkan Rusia masih enggan untuk memangkas produksi.
Di berita lain, Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak AS turun 1,26 juta barel di minggu lalu dan menjadi penurunan pertama dalam 4 pekan terakhir.
Harga komoditas batubara masih bertahan di level US93/ton, dan rally CPO berlanjut hingga RM3.010/ton.
Dari pasar Asia Pasifik pagi ini, indeks acuan menguat dimana bursa Australia menguat 0,1%, Nikkei 0,4% dan KOSPI 0,3%.
Pelaku pasar masih memperhatikan nilai tukar rupiah seiring dengan berita-berita kebijakan Trump serta penentuan kabinetnya. (*) Dwitya Putra
(Baca juga: Pasar Saham Global Tingkatkan Kewaspadaan)
Editor: Paulus Yoga
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More