Market Update

IHSG Dibuka Turun 0,47 Persen ke Level 8.226

Poin Penting

  • IHSG dibuka turun 0,47 persen ke level 8.226,20 pada perdagangan 13 Februari 2026, seiring aksi profit taking dan outflow investor asing senilai Rp1,48 triliun.
  • Sebanyak 867,13 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp448,42 miliar; 217 saham terkoreksi, 184 saham menguat, 245 saham stabil.
  • IHSG terdampak koreksi Wall Street (Nasdaq -2,04 persen, S&P 500 -1,57 persen) dan perhatian pasar pada RUPST emiten seperti BBCA, serta potensi inflasi tinggi memengaruhi arah perdagangan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun ke level 8.226,20 dari posisi 8.265,35 atau melemah 0,47 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (13/2).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 867,13 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 79 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp448,42 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 217 saham terkoreksi, 184 saham menguat dan 245 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BKSL, ELSA hingga ENRG

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak melemah di rentang level 8.150-8.300.

“Pada perdagangan kemarin, (12/2) IHSG ditutup naik 0,31 persen atau turun 25,61 poin ke level 8.265. IHSG hari ini (13/2) diprediksi melemah dalam kisaran 8.150-8.300,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 13 Februari 2026.

Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Salah satunya IHSG yang dilanda aksi profit taking senada dengan outflow investor asing di seluruh pasar ekuitas senilai Rp1,48 triliun (13/2). Adapun total outflow secara year-to-date menjadi sebesar Rp14,46 triliun. 

Sentimen lain datang sejumlah emiten yang bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), misalnya, akan menggelar RUPST pada 12 Maret 2025 dengan agenda persetujuan penggunaan laba bersih, pembagian dividen, dan persetujuan pembelian kembali atau buyback saham mencapai Rp5 triliun selama 12 bulan ke depan setelah RUPST.

Baca juga: Saham TUGU Melesat sejak Awal Tahun, Ini Deretan Katalisnya!

Adapun dari mancanegara, Indeks utama Wall Street kompak koreksi. Indeks Nasdaq turun 2,04 persen dan S&P 500 melemah 1,57 persen (12/2) pelaku pasar mencermati rilis data inflasi pekan ini yang berpotensi masih di atas target dan tercermin dari data tenaga kerja. 

Ketidakpastian kebijakan suku bunga yang berpotensi tetap tinggi membuat harga emas koreksi ke level USD4.921 per oz (12/2). Bursa Asia Pasifik secara intraday dibuka melemah mengikuti arah Wall Street. Indeks Nikkei 225 merosot 0,82 persen dan S&P/ASX 200 melemah 1,22 persen (13/2). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Terbukti Rekayasa Pelaporan SPT, Perusahaan Didenda Rp214 Miliar

Poin Penting PT Gala Bumiperkasa (PT GBP) dijatuhi sanksi Rp214,68 miliar karena melaporkan SPT tidak… Read More

34 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 1,21 Persen, 349 Saham Merah

Poin Penting IHSG sesi I Kamis (26/3) ditutup melemah 1,21 persen ke level 7.214,08 dari… Read More

35 mins ago

Masih Banyak Kendala, Purbaya Curiga Coretax Sengaja Dibuat ‘Kusut’

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan sistem Coretax akan terus diperbaiki agar lebih… Read More

1 hour ago

OJK Belum Terima Paket Calon Nama Direksi BEI

Poin Penting OJK menyatakan belum menerima secara resmi paket calon direksi BEI hingga saat ini… Read More

1 hour ago

DJP: 9,07 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan 2025

Poin Penting DJP mencatat 9.072.935 SPT Tahunan PPh 2025 telah dilaporkan hingga 25 Maret 2026… Read More

2 hours ago

Krisis Energi Global, Presiden Korea Selatan Minta Warganya Persingkat Waktu Mandi

Poin Penting Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta warga menghemat energi, termasuk mempersingkat waktu… Read More

2 hours ago