Market Update

IHSG Dibuka Turun 0,07 Persen ke Level 7.389

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah sebanyak 0,07 persen ke level 7.389,27 dari posisi 7.394,23, pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (13/12).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 246,81 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 19 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp287,31 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 74 saham terkoreksi, sebanyak 156 saham menguat dan sebanyak 246 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpeluang Melemah, 4 Saham Ini Dijagokan Analis

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak melemah dalam rentang level 7.340 hingga 7.435. 

“Pada perdagangan Kamis (12/12) IHSG ditutup turun 0,94 persen atau minus 70,51 poin ke level 7.394. IHSG hari ini (13/12) diprediksi melemah dalam range 7.340-7.435,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 13 Desember 2024. 

Ratih melihat, IHSG yang mengalami pelemahan senada dengan aksi profit taking yang terjadi setelah menguat dalam empat hari beruntun. Penurunan IHSG mengikuti outflow investor asing dan depresiasi nilai tukar rupiah.

Diketahui, investor asing tercatat jual bersih di pasar ekuitas senilai Rp2,18 triliun (12/12), khususnya terjadi pada saham Big Banks. Sementara, rupiah JISDOR lanjut melemah ke level Rp15.939 per dolar AS (12/12). 

Dari sisi fiskal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga November 2024 tercatat defisit Rp401,8 triliun atau 1,81 persen dari PDB dengan keseimbangan primer positif sebesar Rp47,1 triliun.

Pendapatan negara mencapai Rp2.492,7 triliun atau 89 persen dari target APBN dan tumbuh 1,3 persen yoy. Belanja negara tercatat Rp2.894,5 triliun atau 87 persen dari target APBN dengan kenaikan 15,3 persen yoy.

Secara keseluruhan, defisit APBN masih dalam batasan yang telah disepakati oleh DPR RI sebesar 2,29 persen dari PDB.

Baca juga: Usai Merger dengan EXCL, Saham FREN Harus Rela Delisting dari Bursa

Adapun, dari mancanegara, Bank Sentral Eropa (ECB) pada pertemuan Desember 2024 kembali memangkas suku bunga 25 bps. Pemangkasan suku bunga tersebut terjadi dalam tiga pertemuan beruntun dengan total penurunan 75 bps.

Di mana, suku bunga utama refinancing operation menjadi 3,15 persen, marginal lending rate berada di level 3,4 persen, dan deposit rate sebesar 3 persen.

Lalu, para pelaku pasar juga mencermati inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) periode November 2024 yang naik 2,7 persen setelah bulan sebelumnya di level 2,6 persen. Pasalnya, dalam pidato Powell di awal Desember lalu menekankan pemangkasan suku bunga lebih moderat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi AS. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More

50 mins ago

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

19 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

19 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

19 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

22 hours ago