Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (31/1) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka berbalik menguat pada level 7.115,04 atau naik 0,59 persen dari level 7.073,47.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 277,53 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 16 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp175,68 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 84 saham terkoreksi, sebanyak 160 saham menguat dan sebanyak 226 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Ini Sentimen Pendorongnya
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal masih akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.905-6.990 dan resistance 7.160-7.240,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 31 Januari 2025.
Baca juga: Bos BRI Borong 210 Ribu Saham Perseroan, Rogoh Kocek Segini
Manajemen CGS melihat, sentimen positif yang akan memengaruhi gerak IHSG hari ini adalah penguatan indeks bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas.
Meski begitu, aksi jual investor asing diperkirakan masih akan terus berlanjut dan berpeluang menjadi sentimen negatif IHSG hari ini. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More