Market Update

IHSG Dibuka Rebound ke Level 7.094, Naik 1,06 Persen

Poin Penting

  • IHSG dibuka menguat 1,03 persen ke level 7.094,31 pada awal perdagangan 17 Maret 2026 dari posisi sebelumnya 7.022,28.
  • Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 476,12 juta saham diperdagangkan senilai Rp249,74 miliar, dengan 327 saham naik, 98 turun, dan 175 stagnan.
  • Analis memproyeksikan IHSG berpotensi technical rebound dengan level resistance di 7.139, didukung sentimen positif dari penguatan bursa Amerika Serikat.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.094,31 dari posisi 7.022,28 atau naik 1,03 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 09.00 WIB, Selasa (17/3).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 476,12 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 31 ribu kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp249,74 miliar.

Kemudian, tercatat terdapat 98 saham terkoreksi, sebanyak 327 saham menguat dan sebanyak 175 saham bergerak stagnan.

Baca juga: IHSG Masih Berpeluang Melemah, BBCA, INDY, SUPA, TINS Direkomendasikan

Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, menilai IHSG berpotensi mengalami technical rebound pada perdagangan hari ini.

“IHSG hari ini diproyeksikan technical rebound dengan resistance 7.139, dalam time frame 1 jam mengalami konsolidasi setelah drop cukup dalam pada pembukaan perdagangan kemarin,” katanya dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.

Pada perdagangan sebelumnya, Senin (16/3), IHSG ditutup melemah sekitar 1,6 persen.

Baca juga: Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Sentimen Global Dorong Optimisme Pasar

Sentimen positif juga datang dari pasar global. Bursa saham Amerika Serikat mencatat kenaikan signifikan pada tiga indeks utamanya setelah harga minyak mentah West Texas Intermediate crude oil turun lebih dari 5 persen.

Penurunan harga minyak terjadi setelah laporan keberhasilan navigasi kapal tanker di Selat Hormuz, yang meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan keputusan kebijakan suku bunga dari Federal Reserve pada Rabu mendatang untuk melihat dampak konflik Iran terhadap stabilitas ekonomi global. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Renovasi Atap Panti Asuhan di Serang, Tugure Tegaskan Komitmen CSR Berkelanjutan

Poin Penting Tugure merenovasi atap Panti Asuhan Al Arif di Serang yang sebelumnya rusak dan… Read More

8 mins ago

LPEM UI Sarankan BI Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen, Ini Alasannya

Poin Penting LPEM UI menyarankan BI mempertahankan suku bunga 4,75% pada RDG Maret 2026 di… Read More

19 mins ago

BNI Tambah Fasilitas Kredit Rp10 T ke Pegadaian, Total Pembiayaan Capai Rp25,1 T

Poin Penting BNI menambah fasilitas kredit Rp10 triliun kepada Pegadaian, sehingga total pembiayaan mencapai Rp25,1… Read More

32 mins ago

BSI Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Transaksi Digital bagi Pemudik

Menyambut puncak arus mudik Lebaran, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan delapan Posko Mudik… Read More

35 mins ago

Peringati HUT ke-6, IFG Berbagi Kepedulian Bersama Yayasan Sayap Ibu

Bantuan sebesar Rp60 juta tersebut diberikan dalam rangka peringatan HUT ke-6 IFG sebagai wujud komitmen… Read More

39 mins ago

Siap-Siap! BNI Bakal Tebar ‘THR’ Dividen untuk Investor, Catat Tanggalnya

Poin Penting BNI menetapkan dividen Rp13,03 triliun atau Rp349,41 per saham dari laba bersih tahun… Read More

41 mins ago