Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka mixed cenderung menguat ke level 7.247,42 atau naik 0,35 persen dari level 7.222,79, pada perdagangan pagi ini, pukul 09.00 WIB, Senin (27/5).
Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 570,59 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 35 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp770,87 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 109 saham terkoreksi, sebanyak 162 saham menguat dan sebanyak 263 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Intip 4 Rekomendasi Saham Berikut
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini akan diprediksi bergerak mixed dan melemah dalam rentang 7.130 hingga 7.250.
“Pada perdagangan Rabu (22/5), IHSG ditutup naik 0,51 persen atau plus 36,34 poin di level 7.222. IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed dan melemah dalam range 7.130-7.250,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 27 Mei 2024.
Di mana, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain adalah akumulasi selama sepekan 20-22 Mei 2024 IHSG terkoreksi 1,30 persen.
Baca juga: Berbalik Arah, IHSG Kembali Dibuka Menguat 0,31 Persen ke Level 7.208
Pelemahan IHSG mengikuti aksi profit taking investor asing sebesar Rp1,39 triliun dalam sepekan. Hal tersebut terjadi khususnya pada saham perbankan Big Caps.
Lalu, pada akhir perdagangan bursa pekan lalu, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan BI-Rate di level 6,25 persen, Suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00 persen.
Adapun dari mancanegara, pada risalah FOMC, The Fed mempertahankan sikap hawkishnya, pandangan tersebut mencerminkan lambatnya penurunan inflasi hingga ke target di level 2 persen, sehingga The Fed mempertahankan suku bunga “higher for longer”, suku bunga The Fed saat ini di level 5,25-5,5 persen merupakan tertinggi dalam dua dekade terakhir. (*)
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More