Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka naik 14,36 poin atau 0,27% ke level 5.424,66 pada perdagangan Selasa, 10 Oktober 2016. Sementara indeks LQ45 bergerak naik 3,62 poin atau 0,39% ke level 936,869.
Indeks berhasil naik pagi ini di tengah kondisi bursa global mengalami tekanan. Hal ini dipicu optimisme pasar setelah beberapa hari lalu indeks cukup panjang terkoreksi.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, Bursa AS sendiri ditutup melemah tipis, setelah beberapa pernyataan yang saling bertentangan mengenai kenaikan suku bunga dari beberapa pejabat The Fed yang menambah ketidakpastian di pasar.
(Baca juga : 2017, Bursa Targetkan Jumlah Saham Bertambah Rp100 Triliun)
Sama halnya, bursa Eropa ditutup melemah setelah data imbal hasil obligasi sudah mulai naik, hal ini menunjukkan bahwa inflasi kembali naik sehingga membuat pasar kehilangan appetite.
Saat ini fokus investor terletak pada keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan The Fed. Harga minyak kembali melemah setelah anggota OPEC menambah pasokan dan produsen AS meningkatkan aktivitas pengeboran.
IHSG sendiri diperkirakan masih ada ruang untuk penguatan di tengah berkurangnya tekanan dari eksternal. Selain itu, Rilisnya data perekonomian domestik terkait neraca perdagangan menjadi sentiment positif untuk IHSG. Rupiah hari ini juga berpeluang menguat di tengah pelemahan Dolar AS. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More