Pekerja sedang melintas di layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau ke level 7.145,24 dari posisi 7.113,42 atau naik 0,45 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB, Selasa, 10 Juni 2025.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 885,49 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 42 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp704,99 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 111 saham terkoreksi, sebanyak 211 saham menguat dan sebanyak 292 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan Cuan
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi bergerak positif dalam rentang level 7.050 hingga 7.150.
“Pada perdagangan kemarin, Kamis (5/6) IHSG ditutup naik 0,63 persen atau plus 44,38 poin ke level 7.113. IHSG hari ini (10/6) diprediksi bergerak positif dalam range 7.050-7.150,” kata Ratih dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 10 Juni 2025.
Ratih melihat sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini dari dalam negeri, yakni pergerakan IHSG yang menguat terbatas 0,47 persen sejak awal tahun. Namun, pada pekan lalu IHSG terkoreksi 0,87 persen.
Baca juga: IHSG Pekan Ini Ditutup Melemah, Berikut 5 Saham Pendorongnya
Investor asing dalam sepekan tercatat outflow senilai Rp4,70 triliun (5/6). Aksi profit taking terjadi pada saham perbankan diakibatkan landainya kondisi ekonomi domestik dan penurunan kinerja keuangan April 2025.
Hal itu juga tecermin dari turunnya penyaluran kredit, kenaikan beban bunga dan provisi sehingga memangkas profitabilitas. Di sisi lain, potensi dividend yield pada kisaran 8-9 persen masih menjadi daya tarik bagi Big Banks. Serta terjaganya kondisi rupiah juga memberikan peluang kembali rebound-nya pasar ekuitas domestik.
Adapun dari mancanegara, Bursa Wall Street bergerak terbatas, pelaku pasar menantikan hasil diskusi AS-Tiongkok di London selama dua hari pada 9-10 Juni 2025, rilis data inflasi AS pada akhir pekan juga menjadi momentum yang ditunggu sebagai arah The Fed dalam FOMC 17-18 Juni mendatang.
Baca juga: Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,50 Triliun di Akhir Mei 2025
Sedangkan dari Asia, bursa Asia Pasifik lanjutkan reli menjelang hasil pertemuan AS-Tiongkok. Indeks Hang Seng naik 1,63 persen dan Nikkei 225 meningkat 0,92 persen pada Senin, 9 Juni 2025.
Meski demikian, kondisi ekonomi Tiongkok mencerminkan penyusutan. Tiongkok melaporkan deflasi 0,1 persen yoy dan 0,2 persen mom pada Mei 2025. Perolehan tersebut melanjutkan deflasi pada bulan sebelumnya. Lesunya kondisi ekonomi Tiongkok juga tercermin dari kontraksi pada indeks manufaktur. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More