Market Update

IHSG Dibuka Naik 0,33 Persen ke Level 8.345

Poin Penting

  • IHSG) naik 0,33 persen ke level 8.345,65 pada pembukaan perdagangan, dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,16 triliun.
  • Penguatan IHSG didorong oleh data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 yang tumbuh 5,04 persen yoy, sedikit di atas ekspektasi.
  • Investor juga menantikan hasil keputusan suku bunga Bank of England dan data produksi industri Jerman, yang berpotensi memicu fluktuasi di pasar global.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka naik ke level 8.345,65 atau menguat 0,33 persen dari posisi 8.318,52 pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (6/11).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 970,27 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 92 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp1,16 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 127 saham terkoreksi, sebanyak 249 saham menguat dan sebanyak 239 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Berikut Katalis Penggeraknya

Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal berpotensi untuk melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini.

“IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level resistance di 8.350. Namun adanya pengumuman review kuartalan indeks MSCI diperkirakan akan mendorong fluktuasi indeks,” ucap Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 6 November 2025.

Ia mencermati, perilisan data ekonomi Indonesia kuartal III 2025 jadi sentimen positif pada penutupan IHSG yang berakhir menguat di level 8.318,53 atau naik 0,93 persen pada perdagangan kemarin (5/11).

Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi mencapai 1,43 persen di kuartal III 2025, melambat dari 4,04 persen qoq di kuartal II 2025, namun sesuai dengan konsensus di level 1,4 persen qoq. 

Jika dilihat secara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen yoy di kuartal III 2025, melambat dari 5,12 persen yoy, namun sedikit di atas estimasi 5 persen yoy. 

Investor berharap pertumbuhan ekonomi akan berakselerasi kembali di kuartal IV 2025 seiring dengan adanya tren penurunan suku bunga, stimulus dari pemerintah dan adanya liburan pada akhir tahun yang berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat. 

Baca juga: Saham Bank Himbara Diproyeksi Positif pada Akhir 2025, Berikut Sentimennya

Sementara sentimen dari Inggris (6/11), investor akan menantikan hasil keputusan pertemuan Bank of England, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga tetap di 4 persen.

Selanjutnya dari Jerman. Data industrial production Jerman bulan September yang akan dirilis diperkirakan naik 3 persen mom dari turun 4,3 persen mom di Agustus 2025. Sedangkan pertumbuhan retail sales Euro Area bulan September diperkirakan stabil di level 1 persen yoy. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

1 hour ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

4 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

5 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

5 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

6 hours ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

7 hours ago