Market Update

IHSG Dibuka Merosot 2,31 Persen, Tinggalkan Level 8.000

Poin Penting

  • Pada pembukaan perdagangan 6 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun tajam dari 8.103,87 ke 7.916,44
  • Sebanyak 419 saham terkoreksi, hanya 77 saham menguat, dengan nilai transaksi Rp743,69 miliar dari 1,41 miliar saham yang diperdagangkan
  • Pasar tertekan oleh kekhawatiran atas implementasi reformasi pasar modal, pertumbuhan ekonomi 2025 yang hanya 5,11 persen (di bawah target 5,2 persen).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (6/2) pukul 09.00 WIB kembali dibuka merah pada level 7.916,44 atau merosot 2,31 persen dari posisi 8.103,87.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 1,41 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 98 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp743,69 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 419 saham terkoreksi, 77 saham menguat dan 154 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Saham TUGU Rebound Cepat Setelah Koreksi, Intip Pemicunya

Manajemen Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak cenderung melemah pada rentang level 7.712-8.195.

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 7.712 dan resistance pada level 8.195 dengan kecenderungan melemah,” ucap analis Reliance dalam risetnya di Jakarta, 6 Februari 2026.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (6/2) IHSG ditutup melemah pada level 8.103,88 atau turun 0,53 persen. Pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor industrial dan infrastruktur. 

Sentimen negatif disebabkan oleh pelaku pasar yang masih mencermati implementasi dari delapan rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia dan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. 

Baca juga: Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Sentimen lain datang dari data ekonomi Indonesia. BPS mengumumkan sepanjang 2025, perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen yoy atau sedikit di bawah target pemerintah yang sebesar 5,2 persen yoy.

Dari global, indeks utama bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup mayoritas melemah. 

Sentimen negatif disebabkan oleh maraknya aksi jual saham teknologi oleh para investor dan rilis laporan pendapatan Amazon, penilaian terhadap rencana pengeluaran besar Alphabet untuk AI, hingga data di pasar tenaga kerja. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

1 hour ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

3 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

4 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

5 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

6 hours ago

Tokio Marine Life Gandeng BAZNAS Bedah 5 Rumah dan Santuni Anak Yatim di Jakarta

Poin Penting Tokio Marine Life dan BAZNAS renovasi 5 rumah di Setiabudi, Jakarta, dengan Rp55… Read More

6 hours ago