Pekerja sedang melintas di layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan awal pekan ini, Senin (30/3), pukul 09:01 WIB, kembali dibuka merosot di level 6.996,45 dari posisi 7.097,05 atau melemah 1,42 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 951,44 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 103 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp838,26 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 371 saham terkoreksi, 140 saham menguat dan 172 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpotensi Kembali Melemah, Ini Sentimen Pemicunya
Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya memprediksi bahwa IHSG pada pekan ini secara teknikal diperkirakan akan menguji level psikologisnya di posisi 6.800-7.000.
“Menjelang long weekend dan batas waktu serangan AS, diperkirakan akan membuat investor cenderung berhati-hati, jika tidak ada perubahan positif pekan ini. Diperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 6800-7000,” ujar Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Dari dalam negeri, pasar menanti rilis sejumlah data ekonomi pada Rabu (1/4), antara lain indeks S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.
Baca juga: Berikut 5 Saham Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan
Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga akan melakukan revisi aturan papan pemantauan khusus pada kuartal II 2026.
Adapun dari eksternal, ketidakpastian negosiasi antara AS dan Iran mendorong harga minyak mentah kembali menguat, meskipun Iran telah memperbolehkan beberapa kapal melintasi Selat Hormuz.
Presiden Trump memperpanjang batas waktu serangan terhadap Iran hingga 6 April 2026. Namun, laporan penambahan 10 ribu pasukan AS meningkatkan kekhawatiran akan konflik berkepanjangan.
Serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap Israel turut memperparah eskalasi konflik. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga sekaligus mengganggu pasokan minyak mentah.
Baca juga: IHSG Pekan Ini Ditutup Turun 0,14 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.516 Triliun
Beberapa negara, khususnya di Asia, bahkan telah mengumumkan krisis BBM. Jika berlanjut, kondisi ini dapat memperlambat ekonomi global dan memicu risiko stagflasi. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BI meluncurkan instrumen baru berupa SVBI dan SUVBI sebagai underlying transaksi repo valas… Read More
Poin Penting Uang beredar dalam arti luas (M2) Februari 2026 mencapai Rp10.089,9 triliun, tumbuh 8,7… Read More
Poin Penting Pengguna Bale by BTN melonjak 102% YoY menjadi 3,6 juta pada 2025, menegaskan… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian pada 30 Maret 2026 stagnan, tidak… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis ke Rp16.981 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, turun 0,01… Read More
Poin Penting CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG berpotensi melemah pada Senin (30/3), dengan support… Read More