Market Update

IHSG Dibuka Merosot 1,42 Persen, Turun ke Level 6.996

Poin Penting

  • IHSG dibuka melemah 1,42% ke level 6.996, dipicu tekanan pasar di awal pekan.
  • Investor cenderung wait and see, IHSG berpotensi uji level 6.800-7.000 menurut Phintraco Sekuritas.
  • Sentimen global dan domestik menekan pasar, mulai dari ketegangan AS-Iran hingga rilis data ekonomi RI.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan awal pekan ini, Senin (30/3), pukul 09:01 WIB, kembali dibuka merosot di level 6.996,45 dari posisi 7.097,05 atau melemah 1,42 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 951,44 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 103 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp838,26 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 371 saham terkoreksi, 140 saham menguat dan 172 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpotensi Kembali Melemah, Ini Sentimen Pemicunya

Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya memprediksi bahwa IHSG pada pekan ini secara teknikal diperkirakan akan menguji level psikologisnya di posisi 6.800-7.000.

“Menjelang long weekend dan batas waktu serangan AS, diperkirakan akan membuat investor cenderung berhati-hati, jika tidak ada perubahan positif pekan ini. Diperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 6800-7000,” ujar Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Dari dalam negeri, pasar menanti rilis sejumlah data ekonomi pada Rabu (1/4), antara lain indeks S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.

Baca juga: Berikut 5 Saham Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan

Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga akan melakukan revisi aturan papan pemantauan khusus pada kuartal II 2026. 

Adapun dari eksternal, ketidakpastian negosiasi antara AS dan Iran mendorong harga minyak mentah kembali menguat, meskipun Iran telah memperbolehkan beberapa kapal melintasi Selat Hormuz.

Presiden Trump memperpanjang batas waktu serangan terhadap Iran hingga 6 April 2026. Namun, laporan penambahan 10 ribu pasukan AS meningkatkan kekhawatiran akan konflik berkepanjangan.

Serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap Israel turut memperparah eskalasi konflik. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga sekaligus mengganggu pasokan minyak mentah.

Baca juga: IHSG Pekan Ini Ditutup Turun 0,14 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.516 Triliun

Beberapa negara, khususnya di Asia, bahkan telah mengumumkan krisis BBM. Jika berlanjut, kondisi ini dapat memperlambat ekonomi global dan memicu risiko stagflasi. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Jaga Rupiah, BI Tambah Jurus Baru Gunakan SVBI dan SUVBI untuk Repo Valas

Poin Penting BI meluncurkan instrumen baru berupa SVBI dan SUVBI sebagai underlying transaksi repo valas… Read More

12 mins ago

Uang Beredar Tumbuh 8,7 Persen Jadi Rp10.089 Triliun di Februari 2026

Poin Penting Uang beredar dalam arti luas (M2) Februari 2026 mencapai Rp10.089,9 triliun, tumbuh 8,7… Read More

18 mins ago

Bale by BTN jadi Motor Transformasi Digital, Pengguna Tumbuh 2 Kali Lipat

Poin Penting Pengguna Bale by BTN melonjak 102% YoY menjadi 3,6 juta pada 2025, menegaskan… Read More

55 mins ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini Kompak Stagan, Cek Rinciannya

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian pada 30 Maret 2026 stagnan, tidak… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah, Pasar Masih Cermati Sinyal Deeskalasi Konflik Timur Tengah

Poin Penting Rupiah melemah tipis ke Rp16.981 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, turun 0,01… Read More

2 hours ago

IHSG Berpotensi Kembali Melemah, Ini Sentimen Pemicunya

Poin Penting CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG berpotensi melemah pada Senin (30/3), dengan support… Read More

3 hours ago