Ilustrasi Pergerakan saham big banks yang kompak turun usai BI umumkan tahan suku bunga 4,75 persen, Rabu, 22 Oktober 2025. (Foto: istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (3/2) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot ke level 7.049,87 atau turun 0,83 persen dari level 7.109,19.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 543,60 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 35 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp375,21 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 149 saham terkoreksi, sebanyak 132 saham menguat dan sebanyak 256 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Masih Rawan Koreksi, 4 Saham Ini Berpotensi Tetap Cuan
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal masih akan bergerak variatif cenderung menguat.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.070-7.030 dan resist 7.150-7.190,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 3 Februari 2025.
Baca juga: BRI Siapkan Rp3 Triliun untuk Buyback Saham di 2025
Manajemen CGS melihat, pergerakan IHSG yang ditutup merah pada perdagangan Jumat lalu (31/1) mengikuti bursa Wall Street yang juga terkoreksi seiring dimulainya pemberlakuan tarif impor untuk mitra dagang utama Amerika Serikat (AS) yang diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Adapun, dengan mulai adanya aksi beli investor asing, rencana buyback saham BBRI, dan naiknya harga beberapa komoditas, seperti emas, CPO, batubara dan pulp, berpeluang menjadi katalis positif untuk IHSG hari ini. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Secara teknikal, IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan ke kisaran 8.440–8.503, namun tetap perlu mewaspadai… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More