Market Update

IHSG Dibuka Menguat, Tembus ke Level 9.018

Poin Penting

  • IHSG dibuka naik 0,78 persen ke level 9.018,26 dan sempat menyentuh 9.021,14, dengan mayoritas saham menguat (335 saham)
  • Rebound IHSG terjadi usai aksi profit taking, seiring inflow asing Rp1,98 triliun dan penguatan indeks blue chip, tercermin dari LQ45 naik 1,42 persen dan IDX30 menguat 1,84 persen.
  • Tekanan datang dari pelemahan Wall Street dan inflasi AS yang masih di atas target The Fed, ditambah rupiah JISDOR melemah ke Rp16.875 per USD.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melesat ke level 9.018,26 dari posisi 8.948,30 atau menguat 0,78 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (14/1). IHSG juga sempat menyentuh level tertingginya pada posisi 9.021,14.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan saham hari ini sebanyak 1,08 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 68 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp710,05 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 71 saham terkoreksi, sebanyak 335 saham menguat dan sebanyak 247 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBRI, ARCI hingga BUVA

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak melemah di rentang level 8.875-8.980.

“Pada perdagangan kemarin, (13/1) IHSG ditutup naik 0,72 persen atau meningkat 63,58 poin ke level 8.948. IHSG hari ini (14/1) diprediksi melemah dalam kisaran 8.875-8.980,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 14 Januari 2025.

Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri, yakni IHSG kembali rebound setelah dilanda aksi profit taking pada perdagangan awal pekan. Apresiasi IHSG senada dengan inflow di seluruh pasar ekuitas Rp1,98 triliun.

Selain itu, saham blue chip menopang laju IHSG, dengan indeks LQ45 menguat 1,42 persen dan IDX30 meningkat 1,84 persen pada perdagangan kemarin.

Baca juga: Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Di sisi lain, rupiah JISDOR masih tertekan di level Rp16.875 per USD (13/1). Depresiasi rupiah senada dengan kenaikan DXY sejak akhir Desember 2025. Sektor keuangan dan konsumsi cenderung rentan terhadap volatilitas rupiah.

Adapun dari mancanegara, Bursa Wall Street kompak melemah terbatas. Indeks Dow Jones turun 0,80 persen dan S&P 500 melemah 0,20 persen (13/1). 

Pasar merespons rilis inflasi CPI AS edisi Desember 2025, secara tahunan (yoy) 2,7 persen yang sesuai dengan proyeksi konsensus dan tidak berubah dari bulan sebelumnya. 

Kondisi inflasi yang masih di atas target The Fed 2 persen menjadi sentimen negatif. Padahal, inflasi di kawasan Eropa telah turun ke target ECB 2 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

1 hour ago

BSI Bidik 1 Juta Nasabah dari Produk Tabungan Umrah

Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More

3 hours ago

Teknologi Bata Interlock Percepat Hunian Korban Banjir Padang

Poin Penting PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyalurkan 36.000 bata interlock presisi untuk pembangunan… Read More

4 hours ago

OJK Serahkan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana di BPR Panca Dana ke Kejaksaan

Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More

5 hours ago

BSI Tabungan Umrah Jadi Solusi Alternatif Menunggu Haji

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More

7 hours ago

Bos OJK: Banyak Pejabat Internal Ikut Seleksi Dewan Komisioner

Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More

7 hours ago