Market Update

IHSG Dibuka Menguat, Balik Lagi ke Level 9.000

Poin Penting

  • IHSG dibuka menguat 0,44 persen ke level 9.031,46 pada perdagangan pagi (23/1), dengan mayoritas saham bergerak naik
  • Secara teknikal IHSG berpeluang lanjut menguat, dengan area support di 8.931 dan resistance di 9.041, seiring pemulihan setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 0,20 persen
  • Tekanan eksternal masih membayangi, tercermin dari aksi net sell asing Rp6,5 miliar dan penurunan harga komoditas global

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (23/1) pukul 09.00 WIB kembali dibuka menguat pada level 9.031,46 dari posisi 8.992,18 atau naik 0,44 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 1,00 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 85 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp699,87 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 110 saham terkoreksi, sebanyak 293 saham menguat dan sebanyak 240 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Berikut Sentimen Pemicunya

Manajemen Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak cenderung menguat pada rentang level 8.931-9.041.

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 8.931 dan resistance pada level 9.041 dengan kecenderungan menguat,” ucap analis Reliance dalam risetnya di Jakarta, 23 Januari 2026.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (22/1) IHSG ditutup melemah pada level 8.922,18 atau turun 0,20 persen dan pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor energi dan teknologi.

Sementara itu, asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp6,5 miliar di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti, BBCA, BMRI, ANTM, BBNI, dan BBRI. 

Baca juga: Investor Asing Catat Outflow Rp1,88 Triliun, Ini 5 Saham Terbanyak Diborong 

Sentimen negatif disebabkan turunnya harga sejumlah komoditas dunia, seperti minyak, emas, dan nikel, di tengah penguatan USD pasca Bank Indonesia mempertahankan BI rate di level 4,75 persen.

Adapun, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas menguat. Sentimen positif disebabkan oleh kondisi geopolitik US dan Eropa mereda setelah Donald Trump mengatakan tidak akan mengenakan tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa jika tuntutannya terkait kepemilikan Greenland dipenuhi. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Perang Iran-AS Picu Bank Global Tunda Perjalanan hingga IPO

Poin Penting Eskalasi konflik Iran-AS memicu penundaan IPO, penggalangan dana, dan transaksi M&A lintas negara… Read More

4 mins ago

Usai Digeledah OJK, Mirae Asset Tegaskan Hormati Proses Hukum dan Kooperatif

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggeledah kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait dugaan… Read More

4 hours ago

Fitch Turunkan Outlook Utang RI jadi Negatif, Risiko Fiskal MBG dan Danantara Disorot

Poin Penting Fitch menurunkan outlook utang Indonesia menjadi negatif, rating tetap BBB. Risiko fiskal meningkat… Read More

4 hours ago

Penipuan Keuangan Meningkat saat Ramadan, OJK Beberkan Modusnya

Poin Penting OJK mencatat 13.130 laporan penipuan dalam 10 hari pertama Ramadan 2026, melibatkan 22.593… Read More

5 hours ago

IHSG Anjlok 4,57 Persen, Sentuh Level Terendah Enam Pekan

Poin Penting IHSG ditutup melemah 4,57% ke level 7.577,06, mencatat koreksi tiga hari beruntun dan… Read More

5 hours ago

Iran Serang Kapal Lintasi Selat Hormuz, Jalur Vital Energi Dunia Ditutup

Poin Penting: Iran mengancam menyerang setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz dan mengeklaim telah menutup… Read More

5 hours ago