Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 33.99 poin atau 0,67% ke level 5.112,49 pada perdagangan Rabu, 16 November 2016. Sementara indeks LQ45 bergerak melonjak 8,56 poin atau 1,01% ke level 857,63.
Indeks bangkit pagi ini seiring sudah mulai maraknya aksi beli investor, khususnya terhadap saham-saham unggulan yang sudah terdiskon cukup murah dalam beberpa hari terakhir.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, bursa AS sendiri masih melanjutkan penguatannya semalam, didorong oleh kenaikan dari sektor teknologi dan energi, menyusul spekulasi terhadap kebijakan Donald Trump, bahwa akan mendorong sektor infrastruktur. (Baca juga: Pasar Keuangan RI Tunggu Kepastian Kebijakan Trump)
Sama halnya, bursa AS, Bursa Eropa juga ditutup menguat, didorong oleh kenaikan sektor utilitas.
Saat ini kekhawatiran investor cukup mereda, setelah data ekonomi AS yang dirilis tampak positif, yaitu data penjualan ritel AS naik di Oktober. Harga minyak mentah sempat naik setelah adanya spekulasi pemangkasan produksi oleh OPEC.
(Baca juga: OJK Yakin Dana Repatriasi ke Pasar Modal Masuk Rp400 Triliun)
Dari kawasan regional Asia, beberapa bursa utama asia dibuka menguat. Hari ini IHSG berpeluang naik didorong oleh penguatan dari global.
Fokus investor terletak pada RDG BI yang diperkirakan mempertahankan BI rate dan gelar perkara kasus Ahok. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More