Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 25,84 poin atau 0,49 persen ke level 5.319,94 pada perdagangan Rabu, 1 Februari 2017. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 6,47 poin atau 0,74 persen ke level 883,83.
Indeks berhasil menguat di tengah pelemahan bursa AS, seiring cukup kuatnya aksi beli investor pada pagi ini.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, mayoritas Bursa AS ditutup melemah di tengah kekhawatiran investor mengenai prioritas pemerintahan Trump.
Investor khawatir bahwa kebijakan Trump tidak memicu reli pasar setelah dia terpilih, seperti reformasi pajak dan stimulus fiskal. Sama halnya, mayoritas Bursa Eropa semalam juga ditutup melemah.
Saat ini investor lebih realistis terhadap kebijakan Trump, meskipun data ekonomi di zona euro mendukung. Harga minyak mentah WTI diperdagangkan di bawah USD53 per barel setelah adanya kenaikan laporan pasokan minyak mentah AS sejalan dengan pelemahan dolar AS.
Bursa Asia Pacifik pagi ini dibuka mixed. IHSG hari ini diperkirakan menguat sejalan dengan kenaikan data PMI MFG Indonesia periode Januari 2017 yang di atas ekspektasi yaitu di level 50.4, mengindikasikan adanya pertumbuhan positif di kuartal satu 2017.
Fokus domestik tertuju pada data inflasi, PDB serta tingginya ketidakpastian politik yang dapat mempengaruh laju IHSG. Rupiah ditutup stabil di level Rp13,352. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More
Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Tokio Marine Life dan BAZNAS renovasi 5 rumah di Setiabudi, Jakarta, dengan Rp55… Read More