Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (28/6) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka naik ke level 7.005,77 atau menguat 0,54 persen dari level 6.967,81.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 268,73 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 15 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp644,97 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 62 saham terkoreksi, sebanyak 153 saham menguat dan sebanyak 218 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Solvabilitas dan Profitabilitas Solid, Saham TUGU Jadi Buruan Investor
Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan bahwa, pergerakan IHSG secara teknikal hari ini masih berpotensi koreksi jelang pengumuman data Core PCE US di Jumat.
“Hal itu menjadi salah satu acuan langkah The Fed untuk cut suku bunga ke depan, dengan level support IHSG di 6.900-6.950, sedangkan level resistance berada di 7.000-7.030,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 28 Juni 2024.
Pada perdagangan kemarin (27/6), indeks-indeks Wall Street naik tipis jelang rilis data inflasi AS, di mana para ekonom memperkirakan PCE inti naik 0,1 persen mom dan 2,6 persen yoy.
Terlihat dari indeks S&P 500 naik 0,09 persen pada 5.482,87, indeks Nasdaq Composite menguat 0,30 persen ke level 17.858,68, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 36,26 poin atau 0,09 persen ke 39.164,06.
Baca juga: Simak! 5 Strategi Investasi untuk Hadapi Pasar Saham yang Lesu
Sementara, pasar Asia-Pasifik ditutup turun pada perdagangan kemarin diikuti dengan pelemahan yen Jepang ke level terendah dalam hampir 38 tahun terakhir pada Rabu malam.
Adapun, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,82 persen, dan indeks Topix turun 0,33 persen, Kospi Korea Selatan melemah 0,29 persen, Kosdaq melemah 0,41 persen, lalu, Hang Seng Hong Kong turun signifikan 2,06 persen, dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,30 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More