Market Update

IHSG Dibuka Menguat 0,52 Persen Dekati Level 7.900

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka hijau ke level 7.894,95 dari posisi 7.854,06 atau menguat 0,52 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (15/9).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 618,86 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 49 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp358,07 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 68 saham terkoreksi, sebanyak 336 saham menguat dan 234 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Ini Katalis Pendorongnya

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi bergerak variatif dalam rentang level 7.750-7.900

“Pada perdagangan kemarin, Jumat (12/9) IHSG ditutup 1,37 persen atau 106.15 poin ke level 7.854. IHSG hari ini (15/9) diprediksi bergerak bervariasi dalam range 7.750-7.900,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 15 September 2025.

Ia melihat pergerakan IHSG hari ini antara lain dipengaruhi sentimen dari dalam negeri dan masih didorong oleh IHSG yang bergerak positif dalam tiga hari beruntun. 

Diketahui pada akhir pekan lalu, IHSG kembali menguat diiringi penurunan outflow investor asing di seluruh pasar ekuitas domestik senilai Rp31,59 miliar (12/9). Jika diakumulasi selama sepekan outflow mencapai Rp6,59 triliun dengan performa IHSG turun 0,17 persen (12/9). 

Pergantian posisi menteri keuangan menjadi sentimen negatif di awal pekan lalu, namun IHSG kembali terangkat setelah kebijakan penambahan likuiditas perbankan yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia (BI).

Sedangkan dari mancanegara, Bursa Wall Street bergerak terbatas cenderung koreksi di akhir pekan (12/9). Pelaku pasar melakukan aksi profit taking setelah ketiga indeks utama Wall Street catatkan level ATH. 

Baca juga: Direksi BTPN Syariah Lego 270.000 Saham BTPS, Kantongi Cuan Segini

Namun, pekan ini pelaku pasar mencermati rilis suku bunga The Fed yang berpotensi turun ke level 4-4,25 persen. Optimisme tersebut didorong oleh melemahnya data tenaga kerja dan inflasi yang sesuai ekspektasi konsensus meskipun masih diatas target 2 persen.

Adapun, pelaku pasar pekan ini juga mencermati keputusan suku bunga berbagai bank sentral, seperti Bank Sentral China (PBoC), Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank Sentral Inggris (BOE). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

12 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

13 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

13 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

19 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

20 hours ago