Market Update

IHSG Dibuka Menguat 0,35 Persen ke Level 8.241

Poin Penting

  • IHSG dibuka menguat 0,35 persen ke level 8.241,18 pada pembukaan (18/2), dengan nilai transaksi Rp528,65 miliar dan 311 saham menguat
  • Ajaib Sekuritas memprediksi IHSG bergerak di rentang 8.150–8.300, meski secara teknikal masih dibayangi potensi pelemahan
  • Pasar mencermati rilis BI-Rate yang berpotensi tetap 4,75 persen, inflasi AS yang melandai, serta penguatan bursa Jepang (Nikkei 225 +0,95 persen) di tengah liburnya bursa Hong Kong.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka naik ke level 8.241,18 dari posisi 8.212,27 atau menguat 0,35 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (18/2).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 1,11 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 93 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp528,65 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 124 saham terkoreksi, 311 saham menguat dan 256 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Usai Libur Imlek, Begini Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak melemah di rentang level 8.150-8.300.

“Pada perdagangan kemarin (13/2) IHSG ditutup turun 0,64 persen atau melemah 53,08 poin ke level 8.212. IHSG hari ini (18/2) diprediksi positif dalam range 8.150-8.300,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 18 Februari 2026.

Sentimen Pergerakan IHSG

Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri selama sepekan. Diketahui selama sepekan, IHSG rebound 3,49 persen ditopang oleh saham konglomerasi meskipun investor asing outflow Rp5,47 triliun di seluruh pasar ekuitas (13/2).

Apabila dibandingkan dengan indeks di kawasan ASEAN, IHSG menempati posisi terendah yang turun 5,03 persen ytd (13/2). 

Sementara untuk pekan ini, pasar mencermati rilis BI-Rate edisi Februari 2026 yang berpotensi tetap di level 4,75 persen. Kebijakan tersebut untuk menjaga nilai tukar rupiah yang saat ini di level Rp16.844 per US Dollar (JISDOR 13/2).

Adapun dari mancanegara, Bursa Wall Street menguat terbatas (17/2). Pasar menilai positif inflasi AS yang semakin turun meskipun masih di atas target The Fed. 

Baca juga: Reformasi Pasar Saham: Antara Obat Pereda “Goreng Saham” dan “Akrobat” Saham Konglo

Pada Januari 2026 inflasi CPI AS naik 2,4 persen year on year (yoy) lebih rendah dari bulan sebelumnya 2,7 persen yoy, serta lebih baik dari ekspektasi 2,5 persen yoy. 

Angka tersebut berpengaruh positif bagi kelanjutan penurunan suku bunga. Pasalnya, pekan ini pasar mencermati hasil risalah FOMC The Fed. 

Sedangkan dari Asia, bursa Hong Kong libur dalam momentum Tahun Baru Imlek hingga 19 Februari 2026. Namun, bursa Jepang secara intraday dibuka menguat hari ini ditandai oleh Indeks Nikkei 225 yang naik 0,95 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

4 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

9 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

10 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

10 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

10 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

10 hours ago