Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka meningkat ke level 8.386,69 atau menguat 0,24 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (12/11).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 948,70 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 65 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp356,83 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 93 saham terkoreksi, 301 saham menguat dan 221 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: KBank Resmi Kuasai 89,48 Persen Saham Bank Maspion, Perkuat Posisi Regional
Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal berpotensi untuk kembali mengalami pelemahan.
“Diperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi, menguji level 8.300,” ucap Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 12 November 2025.
Seperti yang diperkirakan, IHSG ditutup melemah di level 8.366,52 atau turun 0,29 persen pada perdagangan kemarin (11/11). Koreksi indeks antara lain dipicu oleh profit taking karena kondisi IHSG yang overbought.
Saham sektor keuangan mengalami pelemahan terbesar, sedangkan saham sektor energi membukukan penguatan terbesar. Adapun rupiah di pasar spot melemah di level Rp16.694 per US dolar (11/11).
Sentimen dari dalam negeri lainnya adalah penjualan ritel domestik tercatat tumbuh 3,7 persen yoy di September, meningkat dari 3,5 persen yoy di Agustus 2025 (11/11). Kenaikan ini merupakan pertumbuhan positif yang terjadi selama enam bulan berturut-turut.
Sementara itu, penjualan mobil domestik masih mengalami penurunan 4,4 persen yoy menjadi 74.019 unit di Oktober 2025 dari penurunan 15,1 persen yoy pada September 2025.
Meski demikian, laju penurunannya mulai melambat, serta volume penjualannya merupakan level teringgi sejak Desember 2024.
Berdasarkan hal itu, selama periode Januari-Oktober 2025, penjualan mobil turun 10,6 persen yoy menjadi 635.844 unit.
Baca juga: IHSG Cetak Sejarah Baru, Berikut 5 Saham Pendorongnya
Adapun sentimen global, dari Jerman (12/11) akan dirilis data Wholesale Prices bulan Oktober 2025 yang diperkirakan sebesar 0,3 persen mom dan 1,1 persen yoy dari 0,2 persen mom dan 1,2 persen yoy di bulan September 2025.
Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) dan Swiss hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor sebesar 39 persen atas produk Swiss yang masuk AS. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More
Poin Penting OJK dan BEI perkuat sinergi penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal, termasuk… Read More
Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More