Market Update

IHSG Dibuka Menghijau di Perdagangan Perdana 2026, Naik 0,49 Persen

Poin Penting

  • IHSG dibuka menguat 0,49 persen pada perdagangan perdana 2026 ke level 8.689,18, dengan mayoritas saham bergerak di zona hijau.
  • Reliance Sekuritas memproyeksikan penguatan berlanjut, didukung sinyal teknikal positif seperti candle white spinning top dan stochastic golden cross.
  • Sentimen pasar positif didorong tren penurunan suku bunga global-domestik, meski investor asing masih mencatat net sell Rp888,53 miliar.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan perdana 2026, Jumat (2/1) dibuka menguat ke level 8.689,18 dari posisi sebelumnya 8.646,93 atau naik 0,49 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business, hingga awal perdagangan, tercatat sebanyak 674,59 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan mencapai 82 ribu kali, serta total nilai transaksi sebesar Rp420,23 miliar.

Adapun sebanyak 352 saham menguat, 117 saham terkoreksi, dan 213 saham bergerak stagnan.

Manajemen Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya memprediksi IHSG secara teknikal masih berpeluang melanjutkan penguatan.

“Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk white spinning top, di atas MA5 dan MA20, indikator Stochastic golden cross. Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan,” kata Manajemen Reliance dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.

Baca juga: IHSG Awali 2026 dengan Peluang Menguat, Ini Sentimen Pendukungnya

Pada penutupan perdagangan akhir 2025 (30/12), IHSG ditutup menguat di level 8.646,94 atau naik 0,03 persen. Penguatan tersebut ditopang oleh saham-saham sektor konsumer siklikal dan sektor infrastruktur.

Sementara itu, investor asing tercatat membukukan aksi net sell sebesar Rp888,53 miliar di pasar reguler. Adapun saham-saham yang paling banyak dibeli antara lain BBRI, DEWA, BUMI, BBCA, dan ARCI.

Sentimen positif pasar didorong oleh tren pemangkasan suku bunga global dan domestik yang meningkatkan risk appetite investor untuk kembali masuk ke pasar negara berkembang (emerging market).

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat ke Posisi 8.646 pada Akhir Perdagangan 2025

Adapun pembukaan perdagangan IHSG perdana pada 2026, dihadiri langsung Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, hingga jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Danantara dan “Romantisme” Ekonomi Orde Baru, Rencana BUMN Tekstil Rp101 Triliun yang Salah Waktu

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group PEMERINTAH telah mengumumkan rencana intervensi ekonomi terbesar… Read More

28 mins ago

HSBC dan ANA Kembali Gelar Travel Fair 2026, Simak Promo Penawarannya!

Poin Penting HSBC ANA Travel Fair 2026 digelar 22–25 Januari, menawarkan tiket murah dan promo… Read More

5 hours ago

LPS Klaim Suku Bunga Simpanan Bank dalam Tren Menurun

Poin Penting Suku bunga simpanan bank turun, SBP rupiah menjadi 3,14% dan SBP valas 2,79%… Read More

5 hours ago

Kemenkeu Gelontorkan Rp3.842,7 Triliun untuk Belanja 2026, Utamakan Sektor Ini

Poin Penting Belanja APBN 2026 Rp3.842,7 triliun, difokuskan ke sektor prioritas seperti pangan, energi, MBG,… Read More

5 hours ago

Kemenkeu PD Ekonomi RI Tumbuh 5,4 Persen Lebih di 2025 dan 2026, Ini Sebabnya

Poin Penting Kemenkeu optimistis ekonomi RI tumbuh di atas 5% pada 2025-2026, dengan proyeksi APBN… Read More

6 hours ago

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, CFO Jalankan Peran Strategis sebagai Navigator Perusahaan

Poin Penting Peran CFO semakin strategis sebagai navigator perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, risiko global,… Read More

6 hours ago