Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (13/2) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka ke zona hijau di level 6.899 atau menguat 0,28%.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 1,87 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 30 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp370 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 100 saham terkoreksi, sebanyak 175 saham menguat dan sebanyak 260D dress saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya, Surya Fajar (SF) Sekuritas melihat pada perdagangan Jumat lalu (10/2), IHSG berakhir dengan Dragonfly Doji setelah mampu kembali bertahan pada support 6830 dari pelemahan di awal perdagangan dan menyisakan Gap atas yang tertinggal.
“IHSG memiliki peluang rebound pada perdagangan hari ini untuk menutup gap dan retest resistance 6920 selama support 6830 juga mampu terjaga,” tulis tim riset SF Sekuritas di Jakarta, 13 Februari 2023.
Untuk sentimen pasar hari ini masih cenderung positif, pergerakan pelemahan pada perdagangan Jumat lalu disebabkan oleh saham GOTO dan UNVR karena dipicu oleh faktor internal perusahaan. Selain itu, aksi beli investor asing ke pasar saham Indonesia masih terus berlanjut.
Pasar pekan ini utamanya akan bersiap pada agenda pertemuan Dewan Gubernur Bank
Indonesia (BI) yang diperkirakan BI tidak akan kembali menaikkan suku bunga acuan setelah 225bps kenaikan dari bulan Agustus 2022 hingga Januari 2023.
Dari sisi global, bursa Amerika bergerak variatif pada perdagangan Jumat lalu. Pasar mencerna pernyataan dan komentar dari beberapa petinggi bank sentral, The Fed. Sehingga, pasar masih belum mendapatkan gambaran yang pasti dari beberapa petinggi the Fed terkait arah kebijakan suku bunga acuan.
Untuk bursa Eropa bergerak melemah pada perdagangan Jumat lalu. Pasar masih diselimuti kekhawatiran bahwa the Fed masih akan melanjutkan kenaikan suku bunga acuan. Sementara itu, bursa Asia bergerak variatif dengan China merilis angka inflasi 2,1% yoy di Januari, lebih rendah dari estimasi konsensus.
Selain itu, IHSG berakhir melemah pada perdagangan Jumat lalu, pelemahan GOTO menjadi pemberat pergerakan IHSG sejak awal dengan berakhir (ARB) melemah 6,3% sejalan dengan pelemahan tajam sektor teknologi, WIRG melemah 6,9% (ARB), SCMA melemah 0,9%, BUKA melemah 1,4%, EMTK melemah 0,9%.
Pelemahan tajam juga dialami UNVR melemah 6,9%. Selain itu, sektor batu bara juga kompak mengalami pelemahan dengan ADRO melemah 3,5%, ITMG melemah 3,5%, PTBA melemah 3,2%, dan INDY melemah 3,5%. Sementara, semen atraktif sepanjang perdagangan dengan SMGR menguat 5,8%, INTP menguat 4,6%, SMBR menguat 1,0%. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More