Market Update

IHSG Dibuka Melesat 2,49 Persen ke Level 7.144

Poin Penting

  • IHSG dibuka naik 2,49 persen ke level 7.144,38 dari 6.971,02 pada awal perdagangan (8/4)
  • Mayoritas saham menguat: 364 saham naik, 83 turun, 182 stagnan; transaksi mencapai Rp698,21 miliar dengan 1,04 miliar saham diperdagangkan.
  • Sentimen campuran: Tekanan outflow asing Rp1,77 triliun dan status FTSE masih “Secondary Emerging Market”, namun IHSG diproyeksi bergerak positif di kisaran 7.000–7.150.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil dibuka rebound ke level 7.144,38 dari posisi 6.971,02 atau menguat 2,49 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini (8/4) pukul 9.00 WIB.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 1,04 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 56 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp698,21 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 83 saham terkoreksi, 364 saham menguat dan 182 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpotensi Kembali Melemah, Ini Sentimen Pemicunya

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak positif di rentang level 7.000-7.150.

“Pada perdagangan kemarin (7/4), IHSG ditutup melemah 0,26 persen atau turun 18,39 poin ke level 6.971. IHSG hari ini (8/4) diprediksi positif dalam kisaran 7.000-7.150,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 8 April 2026.

Ia menilai, pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Dari dalam negeri, IHSG kembali terkoreksi pada pada perdagangan kemarin dengan outflow investor asing di seluruh pasar ekuitas mencapai Rp1,77 triliun atau menjadi Rp36 triliun sejak awal tahun 

Selain itu, interim review dari FTSE pada Maret 2026 yang dipublikasikan pada 7 April 2026, menyatakan status Indonesia tetap dipertahankan dalam Secondary Emerging Market, tanpa perubahan klasifikasi maupun indikasi masuk Watch List. FTSE menempatkan Indonesia dalam fase ‘credibility rebuilding’.

Baca juga: Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Sebelumnya, regulator telah meluncurkan reform struktural, meliputi data kepemilikan saham di atas 1 persen, implementasi High Shareholding Concentration (HSC), klasifikasi 39 kepemilikan saham (tipe investor), dan kenaikan batas minimum free float 15 persen (berlaku 31 Maret 2026). 

Selanjutnya, pada review Juni 2026 FTSE akan kembali uji kredibilitas reform pasar modal, seperti penyesuaian komposisi dan bobot saham dalam indeks. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

3 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

3 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

3 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

3 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

3 hours ago

IHSG Ditutup Melesat 4,42 Persen ke Level 7.279, BRPT hingga PTRO jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More

3 hours ago