Market Update

IHSG Dibuka Melemah Hampir 1 Persen ke Level 7.893

Poin Penting

  • IHSG dibuka melemah 0,58 persen ke level 7.893,77 (4/3), dengan nilai transaksi Rp496,07 miliar; 227 saham turun, 197 naik, dan 222 stagnan
  • Secara teknikal, IHSG menguji area MA200 di 7.950; jika rebound berpotensi ke 8.240, namun bila turun membentuk lower low, support berikutnya di 7.710 dengan proyeksi rentang 7.850–8.120
  • Sentimen global negatif: indeks Wall Street melemah—Dow Jones Industrial Average -0,8 persen, S&P 500 -0,9 persen, dan Nasdaq Composite -1 persen.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka dengan melanjutkan koreksinya ke level 7.893,77 dari posisi 7.939,76 atau melemah 0,58 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB (4/3).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 1,30 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 60 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp496,07 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 227 saham terkoreksi, 197 saham menguat dan 222 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpotensi Terkoreksi, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis

Sebelumnya, Investment Specialist KISI Sekuritas, Ahmad Faris Mu’tashim, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini masih menguji area MA 200 dan berada di persimpangan area krusialnya.

“Apabila mampu ditutup rebound dari area MA 200 di level 7.950, maka akan berpotensi menguji resisten terdekat di 8.240. Namun jika membentuk lower low baru, support yang akan diuji berada pada level 7.710 diproyeksi bergerak pada rentang 7.850-8.120,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 4 Maret 2026.

Adapun dari indeks saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah seiring meningkatnya resiko kenaikan harga minyak yang berpotensi meningkatkan kenaikan angka inflasi karena meningkatnya kebutuhan energi. 

Baca juga: Empat Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham BCIC

Tercermin dari indeks Dow Jones ditutup melemah 0,8 persen, S&P 500 turun 0,9 persen, dan Nasdaq merosot sebesar 1 persen. Pelemahan indeks diiringi kenaikan indikator VIX index yang mencapai titik high di level 28 pada intraday Selasa (3/3). 

Hal tersebut mengindikasikan sentimen risk off di kalangan investor untuk mengalihkan portofolionya dari aset berisiko seperti saham. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BSI Pastikan Stok Emas Aman di Tengah Lonjakan Harga

Poin Penting Harga emas per 4 Maret 2026 menembus Rp3,1 juta per gram dan melonjak… Read More

2 mins ago

Konflik Timur Tengah Memanas, BI Perkuat Intervensi Stabilkan Rupiah

Poin Penting BI intensif intervensi rupiah untuk meredam volatilitas dampak konflik Timur Tengah, melalui NDF… Read More

14 mins ago

BEI Mulai Publikasikan Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen

Poin Penting BEI melaporkan perkembangan implementasi proposal kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE… Read More

25 mins ago

Pansel ADK OJK Loloskan 20 Calon, Ini Daftarnya

Poin Penting Panitia Seleksi Pemilihan Calon Pengganti ADK OJK menetapkan 20 nama yang lolos tahap… Read More

3 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (4/3) Kompak Anjlok, Saatnya Borong?

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian turun Rp27.000 menjadi Rp3.146.000 per gram dari sebelumnya… Read More

4 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah Seiring Harga Minyak Dunia Melonjak

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,34 persen ke level Rp16.930 per dolar AS pada Rabu… Read More

4 hours ago