Poin Penting
- IHSG pada 22 Mei 2026 pukul 09.00 WIB dibuka turun ke level 6.043,60 atau melemah 0,84 persen dari sebelumnya 6.094,94, dengan tekanan dari mayoritas saham yang terkoreksi
- Tercatat 547,48 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp331,33 miliar dan frekuensi 47 ribu kali. Sebanyak 310 saham melemah, 102 menguat, dan 236 stagnan
- IHSG diproyeksikan masih melanjutkan pelemahan dengan support 5.900–6.000 dan resistance 6.190–6.285, dipicu aksi jual saham MSCI, pelemahan komoditas, serta tekanan rupiah.
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (22/5) pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka turun pada posisi 6.043,60 dari level 6.094,94 atau melemah 0,84 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 547,48 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 47 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp331,33 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 310 saham terkoreksi, sebanyak 102 saham menguat dan sebanyak 236 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham BBCA, HMSP, hingga WIIM
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak untuk melanjutkan pelemahannya.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.900-6.000 dan resistance 6.190-6.285,” ucap analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 22 Mei 2026.
Lebih lanjut, manajemen CGS menilai, sentimen negatif akan dipicu oleh berlanjutnya aksi jual investor di saham-saham yang keluar dari MSCI, hingga melemahnya harga mayoritas komoditas.
Selain itu, kembali tertekannya nilai tukar rupiah terhadap US dolar diprediksi akan menjadi sentimen negatif tambahan untuk IHSG.
Baca juga: RMK Energy Bakal Stock Split Saham 1:5, Cek Jadwalnya
Rekomendasi Saham
Pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Ada juga saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). (*)
Editor: Galih Pratama


