Ilustrasi: Pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik dibuka melemah ke level 9.088,88 dari posisi 9.134,70 atau turun 0,50 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (21/1).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 1,78 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 111 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp1,11 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 143 saham terkoreksi, 268 saham menguat dan 233 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpotensi Melemah, 6 Saham Ini Justru Siap Kasih Cuan
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak melemah di rentang level 8.990-9.150.
“Pada perdagangan kemarin (20/1) IHSG ditutup naik 0,01 persen atau bertambah 0,83 poin ke level 9.134. IHSG hari ini (21/1) diprediksi melemah dalam kisaran 8.990-9.150,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 21 Januari 2025.
Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Salah satunya adalah IHSG kembali positif dalam lima hari beruntun. Investor asing juga terpantau outflow di seluruh pasar ekuitas Rp104,68 miliar.
Saham sektor material dasar memimpin performa indeks sektoral. Pasalnya, harga emas lanjut reli lampaui ATH USD4.780 per oz (21/1).
Baca juga: Tambah Kepemilikan, Grab Borong Saham Superbank Rp382,07 Miliar
Sementara, rupiah JISDOR lanjut tertekan ke level Rp16.981 per USD (21/1) ke level tertinggi sejak April 2025. Melemahnya rupiah senada dengan outflow investor asing di pasar SBN Rp9,91 triliun ytd (14/1).
Adapun sentimen global datang dari Bursa Wall Street kompak koreksi signifikan. Indeks Nasdaq turun 2,39 persen dan S&P 500 melemah 2,06 persen.
Aksi profit taking dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah upaya Presiden Donald Trump mengakuisisi Greenland ditentang oleh para pemimpin Eropa. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BCA Syariah mencetak laba bersih Rp212 miliar pada 2025, naik dari Rp183,7 miliar… Read More
Poin Penting Adira Finance mengakui tren musiman pasca Ramadan dan Lebaran hampir selalu diikuti kenaikan… Read More
Poin Penting Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL/WtE) ditargetkan mulai groundbreaking Maret 2026, dengan… Read More
Poin Penting Adira Finance melihat peluang kuat pembiayaan multiguna pada Februari–Maret 2026 seiring momentum Ramadan,… Read More
Poin Penting Permintaan emas tetap kuat meski harga bergejolak, didorong ketidakpastian geopolitik, risiko fiskal, dan… Read More
Poin Penting BPI Danantara menyatakan siap berinvestasi di pasar saham Indonesia dan telah aktif membeli… Read More